Membaca surat

Membaca surat atau ayat-ayat Al-Qur’an

 

عَنْ اَبِىْ سَعِيْدٍ اْلخُدْرِيّ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يَقْرَأُ فِى صَلاَةِ الظُّهْرِ فِى الرًّكْعَتَيْنِ اْلاُوْلَيَيْنِ فِى كُلّ رَكْعَةٍ قَدْرَ ثَلاَثِيْنَ آيَةً، وَ فِى اْلاُخْرَيَيْنِ قَدْرَ قِرَاءَةِ خَمْسَ عَشَرَةَ آيَةً. اَوْ قَالَ نِصْفَ ذلِكَ. وَ فِى اْلعَصْرِ فِى الرَّكْعَتَيْنِ اْلاُوْلَيَيْنِ فِى كُلّ رَكْعَةٍ قَدْرَ قِرَاءَةِ خَمْسَ عَشَرَةَ آيَةً، وَ فِى اْلاُخْرَيَيْنِ قَدْرَ نِصْفِ ذلِكَ. احمد و مسلم، فى نيل الاوطار 2: 254

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, bahwasanya Nabi SAW membaca di dalam shalat Dhuhur, pada dua rekaat yang pertama pada masing-masing rekaat seukur tiga puluh ayat, dan pada dua rekaat yang lain seukur bacaan lima belas ayat, atau ia berkata “separo dari itu”. Dan dalam shalat ‘Ashar, pada dua rekaat yang pertama, masing-masing rekaat seukur bacaan lima belas ayat, dan pada dua rekaat yang lain seukur separo dari itu. [HR. Ahmad dan Muslim, dalam Nailul Authar II, hal. 254]

Keterangan :

Dari Hadits tersebut ada ulama yang memahami boleh membaca surat pada tiap-tiap rekaat.

 

اَللهُ

Allah

اَحَدٌ

Esa

هُوَ اللهُ

Dia Allah

قُلْ

katakanlah

يُوْلَدْ

dilahirkan

وَ لَمْ

dan tidak

لَمْ يَلِدْ

tidak berputra

الصَّمَدُ

tempat bergantung

اَحَدٌ

satupun

كُفُوًا

menyamai

يَكُنْ لَه

ada bagi-Nya

وَ لَمْ

dan tidak

             

قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُوْلَدْ. وَ لَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًا اَحَدٌ. الاخلاص:1-4

Katakanlah, “Dia Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia“. [QS. Al-Ikhlash : 1-4]

عَنْ اَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَجُلٌ مِنَ اْلاَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِى مَسْجِدِ قُبَا، فَكَانَ كُلَّمَا افْتَتَحَ سُوْرَةً يَقْرَأُ بِهَا لَهُمْ فِى الصَّلاَةِ مِمَّا يَقْرَأُ بِهِ اِفْتَتَحَ بِقُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ حَتَّى يُفْرَغَ مِنْهَا. ثُمَّ يَقْرَأُ سُوْرَةً اُخْرَى مَعَهَا، فَكَانَ يَصْنَعُ ذلِكَ فِى كُلّ رَكْعَةٍ، فَلَمَّا اَتَاهُمُ النَّبِيُّ ص اَخْبَرُوْهُ اْلخَبَرَ، فَقَالَ: وَ مَا يَحْمِلُكَ عَلَى لُزُوْمِ هذِهِ السُّوْرَةِ فِى كُلّ رَكْعَةٍ؟ قَالَ: اِنّى اُحِبُّهَا. قَالَ: حُبُّكُ اِيَّاهَا اَدْخَلَكَ اْلجَنَّةَ. الترمذى، و اخرجه البخارى تعليقا، فى نيلالاوطار 2: 254-255

 

Dari Anas, ia berkata, “Dahulu ada seorang dari Anshar mengimami orang-orang di masjid Quba’. Dan setiap dia membaca surat di dalam shalat itu, selalu didahului dengan membaca surat Qul huwalloohu ahad hingga selesai, kemudian baru membaca surat yang lain. Dan ia berbuat demikian pada tiap-tiap rekaat. Maka setelah Nabi SAW datang, lalu orang-orang sama melaporkan kejadian itu. Lalu Nabi SAW bertanya, “Apa yang membuat kamu selalu membaca surat ini dalam setiap rekaat ?”. Orang itu menjawab, “Karena saya menyukainya”. Nabi SAW bersabda, “Kesukaanmu kepada surat itu bisa memasukkan kamu ke surga”. [HR. Tirmidzi dan Bukhari secara ta’liq, dalam Nailul Authar juz 2, hal. 254-255]


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s