pemimpin

Pemimpin yang BAIK

Harian Suara Merdeka, Jumat 07 Juni 2013. Imam Abu Dawud meriwayatkan dalam kitab Sunannya. bahwa Rasulullah SAW pernah mengingatkan para shahabat bahwa jika Allah menghendaki kebaikan seorang penguasa/pemimpin, maka diberinya pembantu yang baik, jika lupa diingatkan, jika ingat dibantu. Dan jika Allah menghendaki sebaliknya dari itu, maka Allah memberi padanya pembantu  yang jelek, jika lupa tidak diingatkan, dan jika ingat tidak dibantu.

Artinya secara tersirat Rasulullah SAW berwashiyat kepada para pemimpim agar mereka menjadi pemimpin yang baik, maka wajib bagi mereka untuk memilih para pembantu yang baik pula. Maksudnya memiliki integritas moral yang baik.

Pembantu yang memiliki integritas moral yang baik, akan dengan ikhlash mengingatkan pemimpinnya bila pemimpin tersebut lupa melaksanakan tugasnya. Disamping itu dia tidak keberatan dengan ikhlash menegur pimpinannya bila melakukan kesalahan. Dia sadar sepenuhnya bahwa pemimpin itu juga manusia biasa, yang bisa berbuat salah dan lupa.

Bahkan dia sadar sepenuhnya akan posisinya sebagai pembantu yang mempunyai tugas membantu pemimpinnya dalam melaksanakan kebijakan yang sudah digariskan.

Sebaliknya bila Allah menghendaki kejelekan atas seorang pemimpin, maka Allah akan memberinya pembantu yang jelek. Ciri pembantu yang jelek adalah bila pemimpin tersebut lupa, dia tidak mau mengingatkan dan bila pemimpin itu ingat tidak dibantunya.

Pesan itu mengingatkan kepada para pemimpin untuk tidak memilih pembantu yang jelek. Juga agar para pemimpin memperhatikan para pembantu mereka agar tidak bersikap seperti itu. Bila ada yang bersikap seperti itu, hendaknya segera diluruskan, dan bila memang tidak bisa diluruskan, hendaknya segera diganti.

Betapa banyak terjadi di negeri ini pemimpin yang baik, namanya justru hancur karena ulah para pembantunya yang korup dan berhati busuk. Oleh karena itu Pemimpin yang baik harus waspada terhadap berbagai type pembantu. Ada pembantu yang suka menyudutkan pemimpinnya ketika bersalah dan memanfaatkan momentum itu untuk menjatuhkan kredibilitas pemimpin, ini adalah type pembantu berhati busuk dan ambisius.

Ada pembantu yang membiarkan pemimpinnya melakukan kesalahan, berpura-pura tidak tahu, karena takut mengingatkan dan menegur, ini adalah type pembantu bermental kerdil. Dan ada pembantu yang suka menjilat dan memuji-muji pemimpin meskipun berbuat salah, dia memanfaatkan kesempatan untuk kepentingan dirinya sendiri, ini adalah type pembantu ABS (Asal Bapak Senang).

Namun ada juga type pembantu yang setia, yang ikhlas mengingatkan dan membantu karena Allah saja. Type pembantu yang terakhir inilah yang seharusnya dipilih oleh pemimpin agar Allah menghendaki kebaikan padanya. Para pembantu yang memiliki type seperti itu juga akan lebih terjaga dalam melaksanakan tugas mereka masing-masing.

Mereka akan mengutamakan kejujuran, keadilan, bekerja di atas koridor halal-haram dan  senantiasa menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai rujukan dalam melaksanakan tugas-tugas mereka.

Semoga Allah membimbing para pemimpin kita untuk memilih para pembantu mereka yang baik demi suksesnya melaksanakan tugas mereka membangun masyarakat yang adil dan sejahtera dalam naungan ridla Allah SWT, aamiin.

 

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s