JAGA PERSATUAN

MUSLIM SATU DENGAN MUSLIM LAINNYA ADALAH SAUDARA

“SUNGGGUH SANGAT BERBAHAYA JIKA UMAT ISLAM ITU BERSAUDARA, APALAGI BERSATU, TERPIMPIN/BERRJAMAAH. MAKA HAL INI HARUS GI CEGAH DIHAMBAT DIPERSELISIHI.

UMAT YANG MENDASARKAN DIRI PADA QURAN DAN SUNAH DAN BERJAMAAH HARUS DI MUSUHI/DICERAI BERAIKAN DENGAN SEGALA CARA. CARA PALING EFEKTIF IALAH DENGAN MENYUSUP KEDALAM JAMAAH TERSEBUT DAN MEMPORAK PERANDAKAN DARI DALAM DENGAN MENANAMKAN PENYAKIT2 HATI ( KEDENGKIAN,SOMBONG,NIFAQ DSB), DENGAN HARAPAN JAMAAHNYA BUBAR.

MEMUSUHI MEREKA ADALAH TERMASUK JIHAD

UMAT ISLAM TIDAK BOLEH BERSATU/BERJAMAAH/TERPIMPIN, BIAR UMAT ISLAM KALAH DENGAN KERA ( KETHEK ), KERA ITU KAN TERPIMPIN.”:

BEGITULAH KIRA-KIRA PEMIKIRAN SYETAN.  NAH ANDA DI POSISI MANA …?

Dalil-dalil Qur’an

Firman Allah SWT :

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَّ لاَ تَفَرَّقُوْا، وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمِتِه اِخْوَانًا، وَ كُنْتُمْ عَلى شَفَا حُفْرَةٍ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا، كَذلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ ايتِه لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ. ال عمران:103

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari pada­nya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Ali ‘Imran : 103]

وَ اَطِيْعُوا اللهَ وَ رَسُوْلَه وَلاَ تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَ تَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَ اصْبِرُوْا، اِنَّ اللهَ مَعَ الصّبِرِيْنَ. الانفال:46

Dan thaatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berban­tah-bantah, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [Al-Anfaal : 46]

لاَ خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَجْوـهُمْ اِلاَّ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلاَحٍ بَيْنَ النَّاسِ، وَ مَنْ يَفْعَلْ ذلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا.النسآء:114

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau merbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian untuk mencari keridlaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. [An-Nisaa : 114]

..وَ اَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ،وَاَطِيْعُوا اللهَ وَرَسُوْلَه اِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ. الانفال:1

…. perbaikilah hubungan diantara sesamamu, dan thaatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman. [Al-Anfal : 1]

وَ اِنْ طَآئِفَتَانِ مِنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا، فَاِنْ بَغَتْ اِحْدَـهُمَا عَلَى اْلاُخْرى فَقَاتِلُوْا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّى تَفِيْءَ اِلى اَمْرِ اللهِ، فَاِنْ فَاَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِاْلعَدْلِ وَ اَقْسِطُوْا، اِنَّ اللهَ يُحِبُّ اْلمُقْسِطِيْنَ. الحجرات:9

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang Mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguh-nya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. [Al-Hujurat : 9]

 

اِنَّمَا اْلمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَ اتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. [Al-Hujurat : 10]

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسى اَنْ يَكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلاَ نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسى اَنْ يُّكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ، وَ لاَ تَلْمِزُوْآ اَنْفُسَكُمْ وَلاَ تَنَابَزُوْا بِاْلاَلْقَابِ، بِئْسَ اْلاِسْمُ اْلفُسُوْقُ بَعْدَ اْلاِيْمَانِ، وَ مَنْ لَمْ يَتُبْ فَاُولئِكَ هُمُ الظّلِمُوْنَ. الحجرات:11

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang dipero­lok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (memperolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang memperolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) fasik (kepada orang-orang yang) sudah beriman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim. [Al-Hujurat : 11]

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ، اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ، وَّلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَ يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ، وَ اتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ تَوَّابُ الرَّحِيْمُ. الحجرات:12

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mempergunjingkan sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik terhadapnya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penya­yang. [Al-Hujurat : 12]

Dalil-dalil Hadits

 

Hadits-hadits Nabi SAW :

عَنْ اَبِى مُوْسَى قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَاْلبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. مسلم فى كتاب البر و الصلة والآدتب:65

Dari Abu Musa RA, ia berkata : Rasulullah SAW telah bersabda : “Orang mukmin dengan mukmin lainnya adalah seperti satu bangunan yang sebagiannya dengan bagian yang lain saling menguatkan” [HR. Muslim – Kitabul Birri 65]

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَثَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ فِىْ تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَ تَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ اْلجَسَدِ، اِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ اْلجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَ اْلحُمَى. مسلم فى كتاب البر و الصلة والآداب:66

Dari Nu’man bin Basyir RA, ia berkata : Rasulullah SAW telah bersab-da : “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang, cinta-mencintai, serta memadu kasih ibarat satu tubuh, apabila ada anggota badan yang sakit maka seluruh tubuh akan turut merasa sakit, dengan tidak bisa tidur dan deman”. [HR. Muslim, Kitabul Birri : 66]

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَلْمُسْلِمُوْنَ كَرَجُلٍ وَاحِدٍ اِذَا اشْتَكَى عَيْنُهُ اشْتَكَى كُلُّهُ، وَ اِنِ اشْتَكَى رَأْسُهُ اشْتَكَى كُلُّهُ. مسلم فى كتاب البر و الصلة و الآداب:67

Dari Nu’man bin Basyir RA, ia berkata : Rasulullah SAW telah bersab­da : “Orang-orang muslim itu ibarat sosok tubuh seorang lelaki yang apabila matanya sakit, maka seluruh badannya turut merasakan sakit. Dan bila kepalanya sakit, maka seluruh tubuhnya turut merasa sakit pula”. [HR. Muslim, Kitabual Birr : 67]

عَنْ اَنَسٍ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: لاَ يُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلاَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ. البخارى و مسلم

Dari Anas RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Tidak beriman seseorang diantara kalian, sehingga dia cinta untuk saudaranya sebagaimana dia cinta untuk dirinya sendiri”. [Bukhari dan Muslim]

عَنْ اَبِى اَيُّوْبَ اْلاَنْصَارِيِّ، اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ اَنْ يَهْجُرَ اَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ. يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هذَا وَ يُعْرِضُ هذَا.وَ خَيْرُهُمَا الَّذِيْ يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ. مسلم فى كتاب البر و الصلة و الآداب:25

Dari Abu Ayyub Al-Anshari, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda : “Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih tiga hari. (Apabila) keduanya bertemu, yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Dan sebaik-baik dari keduanya itu ialah orang yang memulai mengucapkan salam”. [HR. Muslim, Kitabul Birr 25]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ: اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِيَّاكُمْ وَ الظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ اْلحَدِيْثِ. وَ لاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَافَسُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَ لاَ تَدَابَرُوْا، وَ كُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا. مسلم فى كتاب البر و الصلة و الآداب:28

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda : “Jauhkanlah diri kalian dari berprasangka (buruk), karena prasangka (buruk) itu adalah sedusta-dusta perka­taan (hati), janganlah kalian mendengar-dengarkan dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kalian bersa­ing yang tidak sehat, janganlah kalian saling dengki mendengki, janganlah saling benci-membenci dan janganlah saling membela­kangi. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. [HR. Muslim, Kitabual Birr 28]

عَنْ سَالِمٍ عَنْ اَبِيْهِ، اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْمُسْلِمُ اَخُو اْلمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ. مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ اَخِيْهِ كَانَ اللهُ فِى حَاجَتِهِ. وَ مَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ، وَ مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. مسلم فى كتاب البر والصلة والآداب:58

Dari Salim dari ayahnya, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda : “Orang Islam itu saudaranya orang Islam yang lain, maka tidak boleh ia menganiayanya dan tidak boleh membiar­kannya (dengan tidak mau menolongnya). Barangsiapa yang menolong kebutuhan saudaranya, maka Allah akan menolong kebutuhannya. Dan barangsiapa yang meringankan satu kesusahan orang muslim, Allah akan meringankan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahannya pada hari qiyamat. Dan barangsiapa yang menutup aib (cela) orang Islam, maka Allah akan menutup aib (cela)nya besok pada hari qiyamat. [HR. Muslim, Kitabul Birr 58]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ، اَنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! اِنَّ لِى قَرَابَةً, اَصِلُهُمْ وَ اَقْطَعُوْنِى، وَ اَحْسَنُ اِلَيْهِمْ وَ يُسِيْئُوْنَ اِلَيَّ، وَ اَحْلُمُ عَنْهُمْ وَ يَجْهَلُوْنَ عَلَيَّ، فَقَالَ: لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ، فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ اْلمَلَّ. وَلاَ يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيْرٌ عَلَيْهِمْ، مَادُمْتَ  عَلَى ذلِكَ. مسلم فى كتاب البر والصلة و الآداب:22

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Sesungguhnya pernah ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW : “Ya Rasulullah, sesung­guhnya saya mempunyai kerabat. Saya menyambung mereka tetapi maereka memutuskan hubungan dengan saya, saya berbuat baik kepada mereka tetapi mereka berbuat buruk kepasa saya, dan saya berbuat santun kepada mereka tetapi mereka berbuat bodoh kepada saya”. Maka Rasulullah SAW menjawab : “Jika keadaanmu benar-benar sebagai­mana yang kamu katakan, maka seolang-olah kamu memberi makan bara api kepada mereka. Dan senantiasa pertolongan Allah besertamu dalam menghadapi mereka, selama kamu atas yang demikian itu”. [HR. Muslim, Kitabul Birr 22]

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَلاَ اَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَرْفَعُ اللهُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوْا: نَعَمْ، يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: تَحْلُمُ عَلَى مَنْ جَهَلَ عَلَيْكَ وَ تَعْفُوْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَ تُعْطِى مَنْ حَرَمَكَ وَ تَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ. البزار

Dari ‘Ubadah bin Shamit RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang dengannya Allah akan mengangkat beberapa derajat ?” Para shahabat menjawab : “Ya, mau ya Rasulullah”. Beliau bersabda : “Kamu berbuat santun kepada orang yang berbuat bodoh kepadamu, kamu memaafkan orang yang berbuat dhalim kepadamu, kamu memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepadamu dan kamu menyambung kepada orang yang memutuskan hubungan kepadamu”. [HR. Al-Bazzar]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: قَالَ لِيْ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا بُنَيَّ اِنْ قَدَرْتَ عَلَى اَنْ تُصْبِحَ وَ تُمْشِى لَيْسَ فِىْ قَلْبِكَ غِشٌّ ِلاَحَدٍ فَافْعَلْ. الترمذى

Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda kepadaku : “Wahai anakku, jika engkau bisa diwaktu pagi maupun sore di dalam hatimu tidak ada dendam kepada seseorangpun maka lakukanlah”. [HR. Tirmidzi]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: لَيْسَ مِنِّى ذُوْ حَسَدٍ وَ لاَ نَمِيْمَةٍ وَ لاَ كَهَانَةٍ وَ لاَ اَنَا مِنْهُ. ثُمَّ تَلاَ رَسُوْلُ اللهِ ص: وَ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ

 وَ اْلمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرَ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّ اِثْمًا مُّبِيْنًا. الطبرانى

Dari ‘Abdullah bin Busr RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Bukan dari golonganku orang yang dengki, namimah (adu-adu) dan orang yang percaya kepada dukun, dan saya bukan pula dari golongannya”. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat (Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata ). [HR. Thabrani]

عَنْ اَبِى ذَرٍّ رض، اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ اَخْلَصَ قَلْبَهُ لِلإِيْمَانِ وَ جُعِلَ قَلْبُهُ سَلِيْمًا، وَ لِسَانُهُ صَادِقًا وَ نَفْسُهُ مُطْمَئِنَّةً وَ خَلِيْقَتُهُ مُسْتَقِيْمَةً. احمد و البيهقى

Dari Abu Dzarr RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh beruntung orang yang mengikhlaskan hatinya untuk iman, hatinya dijadikan bersih, lesannya benar, jiwanya tenteram dan tabiatnya lurus. [HR. Ahmad dan Baihaqi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s