AYO YASINAN….. ? SEBELUM YASINAN BACA BERIKUT INI

KEDUDUKAN HADITS-HADITS

FADLILAH YAASIIN (ke-1)

PERIKSA SHALATMU

atau lihat bukunya dan bisa di DOWNLOAD

kirim pahala u arwah

Yaasiin qalbul quran

Hadits ke-1

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ اَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ لِكُلّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَ اِنَّ قَلْبَ اْلقُرْانِ يس. مَنْ قَرَأَهَا فَكَاَنَّمَا قَرَأَ القُرْانَ عَشْرَ مَرَّاتٍ. الدارمى 2: 456، رقم: 3266

Dari Qatadah, dari Anas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada qalbu (hatinya), dan sesungguhnya qalbul Quran itu adalah surat Yaasiin. Barangsiapa yang membacanya, seolah-olah ia membaca Al-Quran sepuluh kali. [HR. Darimiy juz 2, hal. 456, no. 3266]

Adapun para perawi/sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Anas — Qatadah — Muqatil bin Hayyan — Harun Abu Muhammad — Al-Hasan bin Shalih — Humaid bin Abdur Rahman — Muhammad bin Said — Darimiy.

Hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Harun Abu Muhmammad.

Tirmidzi mengatakan : ia itu majhul (mizaanul I’tidal juz 4, hal. 288, no. 9178)

Di tempat lain Tirmidzi juga mengatakan, “Hadits ini gharib, dan Harun Abu Muhammad adalah majhul”. [At-Tarikhul Kabir juz 8, hal. 226, no. 2815]

Hadits ke-2

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ اَنَسٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: اِنَّ لِكُلّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَ قَلْبُ اْلقُرْانِ يس. وَ مَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللهُ لَهُ بِقَرَاءَتِهاَ قِرَاءَةَ القُرْانِ عَشْرَ مَرَّاتٍ. الترمذى عارضة الاحوذى 11: 15، رقم: 2887

Dari Qatadah, dari Anas, ia berkata : Nabi SAW bersabda, Sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada qalbu (hatinya), dan qalbul Quran itu adalah surat Yaasiin. Barangsiapa yang membaca surat Yaasiin, Allah mencatatnya dengan bacaan itu sama dengan membaca Quran sepuluh kali. [HR. Tirmidziy dalam ‘Aridlatul Ahwadziy  juz 11, hal. 15, no. 2887]

Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :

Nabi SAW — Anas — Qatadah — Muqatil bin Hayyan — Harun Abu Muhammad  Al-Hasan bin Shalih — Humaid bin Abdur Rahman Ar-Ruaasiy — Qutaibah dan Sufyan bin Waqi — Trimidzi.

Hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Harun Abu Muhammad, ia majhul.

Baihaqi meriwayatkan hadits tersebut dengan matan dan sanad yang hampir sama. Perbedaan sanadnya adalah nama Harun Abu Muhammad yang terdapat dalam sanadnya Darimiy tersebut tertulis dalam sanadnya Baihaqiy dengan nama Harun bin Muhammad. Haditsnya sebagai berikut :

Hadits ke-3

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لِكُلّ شَيْءٍ قَلْبٌ، وَ اِنَّ قَلْبَ اْلقُرْانِ يس. مَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهاَ قِرَاءَةَ القُرْانِ عَشْرَ مَرَّاتٍ. البيهقى فى شعب الايمان 2: 479، رقم: 2460

Dari Qatadah, dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Bagi setiap sesuatu itu ada qalbu (hatinya), dan sesungguhnya qalbul Quran itu adalah surat Yaasiin. Barangsiapa yang membacanya, Allah mencatatnya dengan bacaan itu sama dengan membaca Al-Quran sepuluh kali. [HR. Baihaqi, dalam Syu’abul Iman juz 2, hal 479, no. 2460]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Anas bin Malik — Qatadah — Muqatil bin Hayyan — Harun bin Muhammad — Al-Hasan bin Shalih — Humaid bin Abdur Rahman — Qutaibah bin Said — Abu Abdillah Muhammad bin Al-Fadl Az-Zahid — Abul Fadl — Ahmad bin Ismail bin Yahya bin Hazim Al-Azdiy — Abu Saad Abdul Malik bin Abu Utsman Az-Zahid — Baihaqiy.

Hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Harun bin Muhammad (dalam riwayat Darimiy disebutkan Harun Abu Muhammad). Perbedaan semacam ini bahkan menambah kemajhulan Harun Abu Muhammad, dan semakin menyatakan kedla’ifan hadits tersebut. Karena, dengan nama Harun bin Muhammad, berarti itu dua orang, yakni Harun dan Muhammad (bapaknya Harun), lalu perlu dipertanyakan : Siapakah Harun dan siapakah Muhammad itu ?. Lagi pula nama tersebut dalam kitab-kitab Rijalul hadits tidak tercatat sebagai murid Muqatil bin Hayyan, dan tidak tercatat sebagai guru dari Hasan bin Shalih.

Hadits ke-4

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْبَقَرَةُ سَنَامُ اْلقُرْانِ وَ ذِرْوَتُهُ نَزَلَ مَعَ كُلّ ايَةٍ مِنْهَا ثَمَانُوْنَ مَلَكًا وَ اسْتُخْرِجَتْ اللهُ لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّى اْلقَيُّوْمُ مِنْ تَحْتِ اْلعَرْشِ فَوُصِلَتْ بِهَا اَوْ فَوُصِلَتْ بِسُوْرَةِ اْلبَقَرَةِ، وَ يس قَلْبُ اْلقُرْانِ، لاَ يَقْرَأُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ تَبَارَكَ  وَ تَعَالَى وَ الدَّارَ اْلاخِرَةَ اِلاَّ غُفِرَ لَهُ وَاقْرَأُوْهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ. احمد 7: 286، رقم: 20322

Dari Maqil bin Yasar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Al-Baqarah adalah inti dan puncaknya Al-Quran.Delapan puluh malaikat turun menyertai setiap ayat, dan dikeluarkan (kalimat) Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum dari bawah Arsy, lalu disambungkan dengannya atau disambungkan dengan surat Al-Baqarah. Dan Yaasiin adalah qalbul Quran. Tidaklah seseorang membacanya dengan mengharap (ridla) Allah tabaaraka wa taaalaa dan kampung akhirat melainkan diampuni dosanya. Dan bacakanlah ia (surat Yaasiin itu) untuk orang yang akan meninggal diantara kalian. [HR. Ahmad, juz 7, hal. 286, no. 20322]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Maqil bin Yasar — Abiihi (bapaknya) — Rajulun (seorang laki-laki) — Abiihi (bapaknya, bernama Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy Abul Mutamir Al-Bashriy) — Mutamir — Arim — Ahmad.

Hadits ini dla’if, karena dalam sanadnya ada dua perawi yang majhul, yaitu Rajulun (seorang laki-laki) dan Abiihi (bapaknya), yang tidak didapatkan keterangan siapakah Rajulun maupun Abiihi itu.

Selain itu, ada rawi yang bernama Sulaiman yaitu bapaknya Mu’tamir yang nama lengkapnya Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy Abul Mu’amir Al-Bashriy. Ia dinyatakan sebagai mudallis terhadap hadits-hadits yang tidak didengarnya dari Al-Hasan dan lain-lainnya (lihat Tahdzibul Kamal juz 12, hal. 13, Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 212).  Apalagi pada sanad hadits ini ia menerima dari Rajulun (seorang laki-laki) yang tidak disebutkan namanya.

Hadits ke-5

عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَجُلاً يُحَدّثُ اَنَّ لِكُلّ شَيْءٍ قَلْبًا وَ قَلْبُ اْلقُرْانِ يس.

Dari Abdur Razzaaq, dari Mamar, ia berkata, Saya mendengar seorang laki-laki menceritakan bahwasanya pada setiap sesuatu itu ada qalbunya, dan qalbul Quran itu adalah Yaasiin.

Hadits ini pun dla’if karena disamping bukan sabda Nabi SAW, Ma’mar menyatakan menerima dari seorang laki-laki yang tidak disebutkan namanya.

Kesimpulan :

Hadits-hadits di atas semuanya dla’if, karena itu tidak dapat dijadikan hujjah untuk menunjukkan bahwa surat Yaasiin adalah qalbul Qur’an.

Kelipatan bacaan Yaasiin

Hadits ke-6

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس مَرَّةً فَكَاَنَّمَا قَرَأَ اْلقُرْانَ عَشْرَ مَرَّاتٍ. وَ قَالَ اَبُوْ سَعِيْدٍ: مَنْ قَرَأَ يس مَرَّةً فَكَاَنَّمَا قَرَأَ اْلقُرْانَ مَرَّتَيْنِ. قَالَ اَبُوْ هُرَيْرَةَ: حَدَّثْتَ اَنْتَ بِمَا سَمِعْتَ وَ اُحَدّثُ اَنَا بِمَا سَمِعْتُ. البيهقى فى شعب الايمان 2: 281، رقم: 2466

Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, Barangsiapa yang membaca Yaasiin satu kali, maka seolah-olah telah membaca Al-Quran sepuluh kali. Dan Abu Said pun berkata, Barangsiapa yang membaca Yaasiin satu kali, maka seolah-olah ia telah membaca Al-Quran dua kali. Abu Hurairah berkata (kepada Abu Said),Engkau menceritakan hadits menurut yang engkau dengar, dan akupun menceritakan hadits menurut yang aku dengar. [HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman juz  2, hal. 281, no. 2466]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Abu Hurairah — Abu Utsman — Sulaiman At-Taimiy — Suwaid Abu Hatim — Thalut bin Ibad — Al-Mutamir — Ahmad bin Ubaid Ash-Shafar — Ali bin Ahmad bin Abdan — Baihaqiy.

Haditsi ini dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu ‘Utsman yang menerima dari Abu Hurairah, ia dinyatakan majhul.

Hadits ke-7

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لِكُلّ شَيْءٍ قَلْبٌ وَ اِنَّ قَلْبَ اْلقُرْانِ يس. مَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهاَ قِرَاءَةَ القُرْانِ عَشْرَ مَرَّاتٍ. البيهقى فى شعب الايمان 2: 479، رقم: 2460

Dari Qatadah, dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Bagi setiap sesuatu itu ada qalbu (hati)nya, dan sesungguhnya qalbul Quran itu adalah surat Yaasiin. Barangsiapa yang membaca Yaasiin, maka Allah mencatatnya dengan bacaan itu sama dengan membaca Al-Quran sepuluh kali. [HR. Baihaqiy, dalam Syu’abul Iman juz 2, hal. 479, no. 2460]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Anas bin Malik — Qatadah — Muqatil bin Hayyan — Harun bin Muhammad — Al-Hasan bin Shalih — Humaid bin Abdur Rahman — Qutaibah bin Said — Abu Abdillah Muhammad bin Al-Fadl Az-Zahid — Abul Fadl Ahmad bin Ismail bin Yahya bin Hazim Al-Azdiy — Abu Saad Abdul Malik bin Abu Utsman Az-Zahid — Baihaqiy.

Hadits ini lemah, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Harun bin Muhammad, ia majhul. Demikian pula hadits yang semakna yang diriwayatkan oleh Darimiy melalui sanad yang sama dengan sanad Baihaqiy di atas, hanya saja Qutaibah bin Sa’id yang ada pada sanad Baihaqiy di atas, pada sanad Darimiy tertulis dengan nama Muhammad bin Sa’id, dan Darimiy sendiri menerima dari Muhammad bin Sa’id tersebut. Kami belum mendapat keterangan yang manakah yang benar, apakah dengan nama Qutaibah bin Sa’id sebagaimana pada sanad Baihaqi, ataukah dengan nama Muhammad bin Sa’id sebagaimana sanad pada Darimiy.

Hadits ke-8

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ اَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ لِكُلّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَ اِنَّ قَلْبَ اْلقُرْانِ يس. مَنْ قَرَأَهَا فَكَاَنَّمَا قَرَأَ القُرْانَ عَشْرَ مَرَّاتٍ. الدارمى 2: 456، رقم: 3266

Dari Qatadah, dari Anas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada qalbu (hatinya), dan sesungguhnya qalbul Quran itu adalah surat Yaasiin. Barangsiapa yang membacanya, seolah-olah ia membaca Al-Quran sepuluh kali. [HR. Darimiy juz 2, hal. 456, no. 3266]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Anas bin Malik — Qatadah — Muqatil bin Hayyan — Harun Abu Muhammad — Al-Hasan bin Shalih — Humaid bin Abdur Rahman — Muhammad bin Said — Darimiy.

Hadits ini dl’if, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Harun Abu Muhammad yang dinyatakn majhul oleh Tirmidzi.

Hadits ke-9

عَنْ اَبِى قِلاَبَةَ قَالَ: …. وَ مَنْ قَرَأَهَا فَكَاَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْانَ اَحَدَ عَشَرَ مَرَّةً. لِكُلّ شَيْءٍ قَلْبٌ وَ قَلْبُ اْلقُرْانِ يس. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 481، رقم: 2467

Dari Abu Qilabah, ia berkata,  ..dan barangsiapa yang membacanya (Yaasiin), maka seolah-olah ia telah membaca Al-Quran sebelas kali. Bagi setiap sesuatu ada qalbu (hati)nya, dan qalbul Quran itu adalah Yaasiin. [HR. Baihaqi, Syu’abul Iimaan juz 2, hal. 481, no. 2467]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Abu Qilabah — Ayyub As-Sakhtiyaniy — Khalil bin Murrah — Mamar bin Sulaiman An-Nakhaa-i — Sadan bin Nashr — Ismail bin Muhammad Ash-Shafar — Abul Husain bin Bisyran — Baihaqiy.

Hadits ini dla’if, karena disamping haditsnya maqthu’ (perkataan Abu Qilabah, seorang tabi’in), pada sanadnya ada seorang rawi yang bernama Khalil bin Murrah, nama lengkapnya adalah Khalil bin Murrah Adl-Dluba’i Al-Bashriy, ia oleh Bukhari dinyatakan munkarul hadits, dan haditsnya tidak shahih. [Tahdzibut Tahdzib juz 3, hal. 146, no. 319]

Hadits ke-10

عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَجُلاً يُحَدّثُ اَنَّ لِكُلّ شَيْءٍ قَلْبًا وَ قَلْبُ اْلقُرْانِ يس. وَ مَنْ قَرَأَهَا فَاِنَّهَا تَعْدِلُ اْلقُرْانَ. اَوْ قَالَ تَعْدِلُ قِرَاءَةَ اْلقُرْاَنِ كُلّهِ. وَ مَنْ قَرَأَ قُلْ ياَيُّهَا اْلكَافِرُوْنَ فَاِنَّهَا تَعْدِلُ رُبُعَ اْلقُرْانِ. وَ اِذَا زُلْزِلَتْ شَطْرُ اْلقُرْانِ.

Dari Abdur Razzaaq, dari Mamar, ia berkata, Saya mendengar seorang laki-laki menceritakan bahwasanya pada setiap sesuatu itu ada qalbunya, dan qalbul Quran itu adalah Yaasiin. Dan barangsiapa yang membacanya, maka hal itu seimbang membaca Al-Quran atau ia mengatakan, seimbang dengan bacaan Al-Quran seluruhnya. Dan barangsiapa membaca Qul yaa-ayyuhal kaafiruun, sesungguhnya hal itu seimbang dengan seperempat Al-Quran, dan Idzaa zulzilat seimbang dengan separoh Al-Quran[HR Abdur Razzaaq, Al-Mushannaf ‘Abdur Rozzaaq  juz 3, hal. 372]

Hadits ini dla’if, karena disamping haditsnya maqthu’, Ma’mar mengatakan, mendengar dari seorang laki-laki yang tidak ia sebutkan namanya. Dengan demikian rawi tersebut majhul.

Kesimpulan :

Riwayat-riwayat di atas tidak ada satupun yang shahih (semuanya dla’if), disamping itu matannya pun saling bertentangan. Dengan demikian riwayat-riwayat di atas dla’if sanadnya dan mudltharib matannya. Karena itu jika ingin khatam Al-Qur’an, maka tammatkanlah membaca Al-Qur’an termasuk surat Yaasiinnya.

Bersambung………

KEDUDUKAN HADITS-HADITS

FADLILAH YAASIIN (ke-2)

Yaasiin dan pengampunan dosa.

Hadits ke-11

عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ فِى تِلْكَ اللَّيْلَةِ. الدارمى 2: 457، رقم: 3267

Dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa membaca surat Yaasiin pada malam hari dengan mengharap ridla Allah, maka diampuni baginya (dari dosanya) pada malam itu. [HR. Darimiy juz 2, hal. 457, no. 3267]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan (tidak mendengar dari Abu Hurairah) — Muhammad bin Juhadah — Ziyad bin Khaitsamah — Abuhu (ayahnya) — Al-Walid bin Syuja — Darimiy.

Hadits ini dla’if, karena Al-Hasan (Al-Bashriy) meriwayatkan dengan ‘an ‘anah (meriwayatkan hadits dengan kata-kata ‘an) dari Abu Hurairah, padahal ia seorang mudallis, sehingga bisa juga ia mendapatkan hadits ini dari seseorang yang tidak ia sebutkan namanya, maka hadits itu munqathi’. [Lihat Mizaanul I’tidal juz 1, hal. 527, no. 1968]

Hadits ke-12

عَنِ اْلحَسَنِ قَالَ: سَمِعْتُ اَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ اَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ، وَ مَنْ قَرَأَ حم الَّتِى يُذْكَرُ فِيْهَا الدُّخَانُ فِى لَيْلَةِ جُمُعَةٍ اَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ. ابو يعلى الموصلى 5: 390، رقم: 6196

Dari Al-Hasan, ia berkata : Aku mendengar Abu Hurairah berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa membaca Yaasiin pada malam hari, maka pada pagi itu ia diampuni (dari dosanya). Dan barangsiapa membaca Haamiim, surat Ad-Dukhaan pada malam Jumat, maka pada pagi itu ia diampuni (dari dosanya). [HR. Abu Ya’laa Al-Maushiliy juz 5, hal. 390, no. 6196]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan (Al-Bashriy) — Hisyam bin Ziyad — Hajjaj bin Muhammad — Ishaq bin Abu Israil — Abu Yalaa.

Hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada rawi Hisyam bin Ziyad, nama lengkapnya adalah Hisyam bin Ziyad bin Abu Yazid Al-Qurasyiy yang nama kunyahnya adalah Abul Miqdaam bin Abi Hisyam Al-Madaniy. Tentang dia, ahli hadits menyatakan demikian :

‘Abdullah bin Ahmad mengatakan : dla’iful hadits

Abu Zar’ah mengatakan : dla’iful hadits

Yahya bin Ma’in mengatakan : laisa bitsiqat

Bukhari mengatakan : para ahli memperbincangkannya.

Abu Dawud berkata : ghairu tsiqat

Tirmidzi menyatakan : dla’if.

Nasaiy dan Ali bin Junaid Al-Azdiy mengatakan : matrukul hadits [Tahdzibut Tahdzib juz 11, hal. 36, no. 78]

Hadits ke-13

عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى يَوْمٍ اَوْ لَيْلَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ. الطبرانى فى معجم الصغير 1: 255، رقم: 417

Dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa membaca surat Yaasiin pada malam atau siang hari dengan mengharap ridla Allah, niscaya diampuni baginya (dari dosanya). [HR. Thabraniy, dalam Mu’jamush Shaghir juz 1 hal. 255, no. 417]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan (tidak mendengar dari Abu Hurairah) — Ghalib Al-Qaththan — Jasr (bin Farqad) — Hasan bin Abu Jafar — Aghlab bin Tamim — Wahab bin Baqiyyah — Humaid bin Ahmad binAbdullah Al-Wasithi — Thabrani.

Hadits ini dla’if, karena ada beberapa kelemahan.

Pertama, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Aghlab bin Tamim. Bukhari mengatakan, “Ia munkarul hadits”. [Lisaanul Mizaan juz 1, hal. 518, no.1434]

Kedua, dan juga pada sanad ini ada perawi bernama Jasr bin Farqad, maka bertambah buruklah kedla’ifan hadits tersebut, karena Jasr bin Farqad rawi yang dla’if. Nama lengkapnya adalah Jasr bin Farqad Al-Qashab Al-Bashriy dan kunyahnya adalah Abu Ja’far.

Nasaiy mengatakan, “Jasr bin Farqad dla’if”. [Mizaanul I’tidal juz 1, hal. 398, no. 1480]

Ketiga, Al-Hasan meriwayatkan dengan ‘an ‘anah dari Abu Hurairah, padahal ia seorang mudallis, maka haditsnya munqathi’.

Hadits ke-14

عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ جُنْدَبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ. ابن حبان 6: 312، رقم: 2574

Dari Al-Hasan, dari Jundab, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang membaca Yaasiin pada malam hari dengan mengharap (ridla) Allah, maka diampunilah (dosanya). [HR. Ibnu Hibban juz 6, hal. 312, no. 2574]

Adapun hadits ini sanadnya sebagai berikut :

Nabi SAW — Jundab — Al-Hasan — Muhammad bin Juhadah — Ziyad bin Khaitsamah — Abuhu (Syuja bin Walid) — Al-Walid bin Syuja bin Walid As-Sakuniy — Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim maula Tsaqif — Ibnu Hibban.

Hadits ini dla’if, karena Al-Hasan (Al-Bashriy) meriwayatkan dengan ‘an ‘anah padahal ia seorang mudallis, maka haditsnya munqathi’. [Lihat Mizaanul I’tidal juz 1, hal. 527, no. 1968]

Hadits ke-15

عَنِ اْلحَسَنِ قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ اَوْ مَرْضَاةِ اللهِ غُفِرَ لَهُ، وَ قَالَ: بَلَغَنِى اَنَّهَا تَعْدِلُ اْلقُرْانَ كُلَّهُ. الدارمى 2: 456، رقم: 3265

Dari Al-Hasan, ia berkata, Barangsiapa yang membaca Yaasiin pada malam hari dengan mengharap (pahala dari) Allah, atau mengharap ridla Allah, maka diampuni baginya (dari dosanya). Dan perawi berkata, Telah sampai (khabar) kepadaku bahwa (surat Yaasiin) mengimbangi Al-Quran seluruhnya. [HR Darimiy juz 2, hal. 456, no. 3265]

Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :

Al-Hasan (Al-Bashriy) — Abuhu (bernama Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy) — Mutamir — Abul Walid Musa bin Khalid — Darimiy.

Hadits ini dlaif, karena disamping bukan sabda Nabi SAW, tetapi semata-mata perkataan Al-Hasan (seorang tabi’i), dengan demikian  haditsnya maqthu’, ada rawi Sulaiman At-Taimiy yang nama lengkapnya adalah Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy Abul Mu’tamir Al-Bashriy, ia dinyatakan mudallis oleh Adz-Dzahabiy. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 212, no. 3481]

Dengan demikian, disamping hadits ini maqthu’, juga pada sanadnya ada rawi yang mudalis, yaitu Sulaiman bin Tharkhan.

Hadits ke-16

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْبَقَرَةُ سَنَامُ اْلقُرْانِ وَ ذِرْوَتُهُ نَزَلَ مَعَ كُلّ ايَةٍ مِنْهَا ثَمَانُوْنَ مَلَكًا وَ اسْتُخْرِجَتْ اللهُ لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّى اْلقَيُّوْمُ مِنْ تَحْتِ اْلعَرْشِ فَوُصِلَتْ بِهَا اَوْ فَوُصِلَتْ بِسُوْرَةِ اْلبَقَرَةِ، وَ يس قَلْبُ اْلقُرْانِ، لاَ يَقْرَأُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ تَبَارَكَ  وَ تَعَالَى وَ الدَّارَ اْلاخِرَةَ اِلاَّ غُفِرَ لَهُ وَاقْرَأُوْهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ. احمد 7: 286، رقم: 20322

Dari Maqil bin Yasar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Al-Baqarah adalah inti dan puncaknya Al-Quran.Delapan puluh malaikat turun menyertai setiap ayat, dan dikeluarkan (kalimat) Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum dari bawah Arsy, lalu disambungkan dengannya atau disambungkan dengan surat Al-Baqarah. Dan Yaasiin adalah qalbul Quran. Tidaklah seseorang membacanya dengan mengharap (ridla) Allah tabaaraka wa taaalaa dan kampung akhirat melainkan diampuni dosanya. Dan bacakanlah ia (surat Yaasiin itu) untuk orang yang akan meninggal diantara kalian. [HR. Ahmad, juz 7, hal. 286, no. 20322]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Maqil bin Yasar — Abiihi (bapaknya) — Rajulun (seorang laki-laki) — Abiihi (bapaknya, bernama Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy Abul Mutamir Al-Bashriy) — Mutamir — Arim — Ahmad.

Hadits ini dla’if, karena dalam sanadnya ada dua perawi yang majhul, yaitu Rajulun (seorang laki-laki) dan Abiihi (bapaknya), yang tidak didapatkan keterangan siapakah Rajulun maupun Abiihi itu.

Selain itu, ada rawi yang bernama Sulaiman yaitu bapaknya Mu’tamir yang nama lengkapnya Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy Abul Mu’tamir Al-Bashriy. Ia dinyatakan sebagai mudallis terhadap hadits-hadits yang tidak didengarnya dari Al-Hasan dan lain-lainnya (lihat Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 212, no. 3481).  Apalagi pada sanad hadits ini ia menerima dari Rajulun (seorang laki-laki) yang tidak disebutkan namanya.

Hadits ke-17

عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس كُلَّ لَيْلَةٍ غُفِرَ لَهُ. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 480، رقم: 2462

Dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, Barangsiapa membaca Yaasiin setiap malam, niscaya diampuni baginya (dari dosanya). [HR. Baihaqi, dalam Syu’abul Iimaan juz 2, hal. 480, no. 2462]

Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :

Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan — Abul Awwam — Al-Mubarak bin Fudlalah  Khalaf bin Walid —Abdullah bin Ahmad bin Abi Masrah Al-Makkiy — Abu Muhammad Al-Hasan bin Muhammad Sukhtuwaih — Abu Abdullah Al-Hafidh — Baihaqiy.

Hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Al-Hasan (Al-Bashriy) yang meriwayatkan dengan‘an ‘anah dari Abu Hurairah pada hal ia seorang mudallis, maka haditsnya munqathi’.

Kesimpulan :

Hadits-hadits mengenai diampuni dosa karena membaca surat Yaasiin semuanya dla’if.

Sekali baca Yaasiin sama dengan dua puluh kali berhajji

Hadits ke-18

عَنِ الصَّلْتِ اَنَّ اَبَا بَكْرٍ الصّدّيْقَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سُوْرَةُ يس (تُدْعَى مِنَ التَّوْرَاةِ) فِى التَّوْرَاةِ تُدْعَى اْلمُعِمَّةَ. قِيْلَ وَ مَا اْلمُعِمَّةُ؟ قَالَ: نُعِمَ صَاحِبُهَا بِخَيْرِ الدُّنْيَا وَ اْلآخِرَةِ وَ تُكَابِدُ عَنْهُ بَلْوَى الدُّنْيَا وَ تَدْفَعُ عَنْهُ اَهْوَالَ اْلآخِرَةِ، وَ تُدْعَى الدَّافِعَةَ اْلقَاضِيَةَ تَدْفَعُ عَنْ صَاحِبِهَا كُلَّ سُوْءٍ وَ تَقْضِى لَهُ كُلَّ حَاجَةٍ، مَنْ قَرَأَهَا عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِيْنَ حِجَّةً وَ مَنْ سَمِعَهَا عَدَلَتْ لَهُ اَلْفَ دِيْنَارٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ مَنْ كَتَبَهَا ثُمَّ شَرِبَهَا اَدْخَلَتْ جَوْفَهُ اَلْفَ دَوَاءٍ وَ اَلْفَ نُوْرٍ وَ اَلْفَ يَقِيْنٍ وَ اَلْفَ بَرَكَةٍ وَ اَلْفَ رَحْمَةٍ وَ نَزَعَتْ عَنْهُ كُلَّ غِلّ وَ دَاءٍ. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 480، رقم: 2465

.Dari Ash-Shalt bahwasanya Abu Bakar Ash-Shiddiiq RA berkata : Rasulullah SAW bersabda, Surat Yaasiin (disebut dari Taurat) di dalam Taurat disebut Muimmah. Ada yang bertanya, Apa muimmah itu ?. Beliau SAW bersabda, Orang yang membacanya diberi nimat dengan kebaikan di dunia dan di akhirat, menjauhkan dari bencana dunia dan menjauhkan dari bencana akhirat. Dan disebut Ad-Daafiah Al-Qaadliyah, yaitu menolak semua keburukan bagi pembacanya dan memenuhi segala kebutuhannya. Barangsiapa membacanya akan mendapatkan pahala sama dengan dua puluh kali hajji, dan, barangsiapa mendengarnya maka sama dengan berinfaq seribu dinar di jalan Allah, barangsiapa menulisnya kemudian meminum airnya, maka ia memasukkan ke dalam tubuhnya dengan seribu obat, seribu cahaya, seribu yaqin, seribu berkah, seribu rahmat, dan menghilangkan darinya setiap kedengkian dan penyakit hati. [HR. Baihaqi, dalam Syu’abul Iman juz 2, hal. 380, no. 2465]

Baihaqi menerima hadits ini dari dua jalan, sebagai berikut :

A. Nabi SAW — Abu Bakar Ash-Shiddiq — Ash-Shalt — Hilal —Sulaiman bin Mirqaa Al-Jundiy — Muhammad bin Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Judaniy — Ismail bin Abi Uwais — Muhammad bin Abdur Rahman Asy-Syamiy — Abu Abdillah Bisyr bin Muhammad bin Abdullah Al-Muzaniy — Abu Dzarr Abdullah bin Ahmad bin Muhammad Al-Maliki — Baihaqi.

B. Nabi SAW — Abu Bakar Ash-Shiddiq — Ash-Shalt — Hilal —Sulaiman bin Mirqaa Al-Jundiy — Muhammad bin Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Judaniy — Ismail bin Abi Uwais —  Al-Hasan bin ‘Ali bin Ziyad — Abul Abbas Adl_Dlubaiy — Abu Nashr bin Qatadah — Baihaqi.

Hadits ini dla’if karena pada sanadnya ada rawi yang bernama Sulaiman bin Mirqaa’, ia dijarh munkarul haditsoleh Al-‘Uqailiy. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 222, no. 3509]

Hadits ke-19

عَنْ عَلِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ سَمِعَ  سُوْرَةَ يس عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِيْنَ دِيْنَارًا فِى سَبِيْلِ اللهِ وَ مَنْ قَرَأَهَا عَدَلَتْ عِشْرِيْنَ حِجَّةً وَ مَنْ كَتَبَهَا وَ شَرِبَهَا اَدْخَلَتْ جَوْفَهُ اَلْفَ يَقِيْنٍ وَ اَلْفَ نُوْرٍ وَ اَلْفَ بَرَكَةٍ وَ اَلْفَ رَحْمَةٍ وَ اَلْفَ رِزْقٍ وَ نَزَعَتْ مِنْهُ كُلَّ غِلّ وَ دَاءٍ. الخطيب البغدادى 6: 248

Dari Ali RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa mendengar surat Yaasiin maka untuknya pahala sama dengan (berinfaq) dua puluh dinar fii sabiilillaah, barangsiapa yang membacanya maka hal itu mengimbangi dua puluh kali hajji, dan barangsiapa yang menulis serta meminum airnya, maka ia memasukkan ke dalam tubuhnya seribu yaqin, seribu cahaya, seribu berkah, seribu rahmat, seribu rezqi, dan akan menghilangkan semua dengki dan penyakit hati. [HR Al-Khathiib Al-Baghdaadiy juz 6, hal. 248]

Hadits ini dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Isma’il bin Yahya bin ‘Ubaidillah At-Taimiy. Daruquthni mengatakan, “Ia dla’if, matruukul hadiits”. [Tarikh Baghdad  Al-Khathiib Al-Baghdaadiy juz 6, hal. 249]

Kesimpulan:

Membaca surat Yaasiin adalah tidak sama dengan melaksanakan ibadah hajji sebagai rukun Islam yang ke-5, apalagi dipersamakan dengan dua puluh kali melaksanakan ibadah hajji. Keyaqinan seperti ini adalah keyaqinan yang sesat, karena akan merusak syari’at Allah SWT.

KEDUDUKAN HADITS-HADITS

FADLILAH YAASIIN (ke-3)

Pembacaan Yaasiin di sisi orang yang akan meninggal.

Hadits ke-20

عَنْ صَفْوَانَ قَالَ حَدَّثَنِى اْلمَشِيْخَةُ اَنَّهُمْ حَضَرُوْا غُضَيْفَ بْنَ اْلحَارِثِ الثّمَالِيَّ حِيْنَ اشْتَدَّ سَوْقُهُ. فَقَالَ: هَلْ مِنْكُمْ اَحَدٌ يَقْرَأُ يس؟ قَالَ: فَقَرَأَهَا صَالِحُ بْنُ شُرَيْحٍ السَّكُوْنِىُّ. فَلَمَّا بَلَغَ اَرْبَعِيْنَ مِنْهَا قُبِضَ قَالَ: فَكَانَ اْلمَشِيْخَةُ يَقُوْلُوْنَ: اِذَا قُرِئَتْ عِنْدَ اْلمَيّتِ خُفّفَ عَنْهُ بِهَا، قَالَ صَفْوَانُ وَ قَرَأَهَا عِيْسَى بْنُ اْلمُعْتَمِرِ عِنْدَ ابْنِ مَعْبَدٍ. احمد 6: 40، رقم: 16966

Dari Shafwan, ia berkata : Menceritakan kepadaku Al-Masyikhah. (para guru), bahwasanya mereka hadir ketika Ghudlaif bin Harits Ats-Tsimaliy sakit keras. Lalu ia berkata, Adakah salah seorang diantara kalian yang bisa membaca Yaasiin ?. Lalu Shalih bin Syuraih As-Sakuniy membacanya. Maka setelah sampai pada ayat ke-40, Ghudlaif meninggal. Para guru mengatakan, Apabila surat Yaasiin dibaca di samping orang yang akan meninggal, niscaya diringankan darinya karena bacaan itu. Shafwan berkata, Isa bin Mutamir juga membacakannya untuk Ibnu Mabad. [HR Ahmad juz 6, hal. 40, no. 16966]

Adapun sanad hadits ini adalah sebagai berikut :

Ghudlaif bin Harits — Al-Masyikhah (para guru) — Shafwan — Abul Mughirah — Ahmad.

.Riwayat ini dla’if, disamping bukan sabda Nabi SAW, riwayat ini diceritakan oleh Shafwan dari para guru yang tidak dijelaskan namanya. Tentu saja tidak dapat dijadikan hujjah.

Hadits ke-21

عَنْ شُرَيْحٍ عَنْ اَبِى الدَّرْدَاءِ وَ اَبِى ذَرّ قَالاَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مَيّتٍ يَمُوْتُ فَيُقْرَأُ عِنْدَهُ يس اِلاَّ هَوَّنَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ عَلَيْهِ. صاحب الفردوس

Dari Syuraih, dari Abud Darda dan Abu Dzarr, keduanya berkata : Rasulullah SAW bersabda, Tidaklah orang yang akan meninggal, lalu dibacakan surat Yaasiin disampingnya, melainkan Allah Azza wa Jalla meringankannya. [Shahibul Firdaus]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Abud Dardaa dan Abu Dzarr — Syuraih — Shafwan bin Amr — Marwan bin Salim — Shaahibul Firdaus.

Hadits ini dlaif, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Muhammad bin Salim. Tentang Muhammad bin Salim :

Ahmad bin Hanbal berkata “Dia laisa bitsiqat”

Al-‘Uqailiy dan Nasaiy juga berkata seperti itu.

Di tempat lain Nasaiy berkata, “Dia matruukul hadits”.

Bukhari dan Muslim berkata, “Dia munkarul hadits”

Abu Hatim berkata, “Dia munkarul hadits jiddan, dla’iful hadits, laisa lahu haditsun qaaimun”.

Daruquthni berkata, “Dia matruukul hadits”.

As-Saajii berkata, “Ia kadzdzaab, yadla’ul hadits”. [Tahdzibut Tahdzib juz 10, hal. 84, no. 172]

Hadits ke-22

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِقْرَءُوْهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ يَعْنِى يس. احمد 7: 286، رقم: 20323

Dari Maqil bin Yasar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Bacakanlah ia kepada orang yang akan meninggal diantara kalian, yaitu surat Yaasiin. [HR Ahmad juz 7, hal, 286, no. 20323]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Maqil bin Yasar — Abuhu — Abu Utsman (bukan An-Nahdi) — Sulaiman At-Taimiy —Abdullah bin Al-Mubarak — Arim — Ahmad bin Hanbal.

Hadits riwayat Ahmad ini dla’if, karena dalam sanadnya ada Abu ‘Utsman (bukan An-Nahdi), ia majhul, dan ia menerima hadits itu dari bapaknya, tentu saja jika Abu ‘Utsman sendiri majhul (tidak dikenal) apalagi bapaknya, tentu juga majhul. Jadi hadits ini dla’if, karena pada sanadnya ada dua orang rawi yang majhul.

Hadits ke-23

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ص: اِقْرَأُوْا يس عَلَى مَوْتَاكُمْ. ابو دادود 3: 191، رقم: 3121

Dari Maqil bin Yasar, ia berkata : Nabi SAW bersabda, Bacakanlah surat yaasiin pada orang-orang yang akan meninggal diantara kalian. [HR. Abu Dawud juz 3, hal 191, no. 3121]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Maqil bin Yasar — Abuuhu — Abu Utsman (bukan An-Nahdiy) — Sulaiman At-Taimiy — (Abdullah) bin Al-Mubarak — Muhammad bin Makkiy Al-Marwaziy dan Muhammad bin Al-Alaa — Abu Dawud.

Hadits riwayat Abu Dawud ini dla’if, karena dalam sanadnya ada dua orang rawi yang majhul, yaitu Abu‘Utsman dan bapaknya, sebagaimana yang diriwayatkan Ahmad.

Hadits ke-24

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  ص: اِقْرَؤُوْهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ يَعْنِى يس. ابن ماجه 1: 465، رقم: 1448

Dari Maqil bin Yasar ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Bacakanlah ia pada orang yang akan meninggal diantara kalian, yaitu surat Yaasiin. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 465, no. 1448]

Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :

Nabi SAW — Maqil bin Yasar — Abuuhu — Abu Utsman (bukan An-Nahdiy) — Sulaiman At-Taimiy — Ibnul Mubarak — Ali bin Al-Hasan bin Syaqiq — Abu Bakar bin Abu Syaibah — Ibnu Majah.

Hadits riwayat Ibnu Majah ini juga dla’if, sama dengan hadits yang sebelumnya, karena dalam sanadnya ada dua perawi yang majhul, yaitu Abu ‘Utsman dan bapaknya

Hadits ke-25

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سُورَةُ يس اِقْرَأُوْهَا عِنْدَ مَوْتَاكُمْ. الحاكم، فى المستدرك 1: 753، رقم: 2074

Dari Maqil bin Yasar RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Surat Yaasiin, bacakanlah di sisi orang yang akan meninggal diantara kalian. [HR. Hakim dalam Al-Mstadrak juz 1, hal. 753, no. 2074]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Maqil bin Yasar — Abuuhu — Abu Utsman (bukan An-Nahdi) — Sulaiman At-Taimiy —Abdullah bin Al-Mubarak — Arim bin Fadl Abu Numan — Al-Hasan bin Ali bin Bahrul Bariy — Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Ash-Shafar — Hakim.

Hadits riwayat Hakim ini juga dla’if, sama dengan hadits yang sebelumnya, karena dalam sanadnya ada dua perawi yang majhul, yaitu Abu ‘Utsman dan bapaknya.

Hadits ke-26

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِقْرَؤُوْا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس. ابن حبان 7: 269، رقم: 3002

Dari Maqil bin Yasar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Bacakanlah pada orang yang akan meninggal diantara kalian surat Yaasiin. [HR. Ibnu Hibban juz 7, hal. 269, no. 3002]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Maqil bin Yasar — Abu Utsman — Sulaiman At-Taimiy — Yahya Al-Qaththan — Abu Bakar bin Khallad Al-Bahiliy — Imran bin Musa bin Mujasyi As-Sakhtiyaniy — Ibnu Hibban.

Hadits riwayat Ibnu Hibban ini juga dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu ‘Utsman, ia majhul.

Kesimpulan :

Meskipun banyak mukharrijnya, riwayat-riwayat di atas semuanya dla’if, maka tidak boleh diamalkan.

Membacakan surat Yaasiin kepada orang yang menghadapi sakaratul maut dengan tujuan apapun adalah perbuatan bid’ah tidak sesuai dengan sunnah Rasul.

Khasiat menulis dan meminum air Yaasiin

Hadits ke-27

عَنْ اَبِى جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيّ قَالَ: مَنْ وَجَدَ فِى قَلْبِهِ قَسْوَةً فَلْيَكْتُبْ يس وَ اْلقُرْانِ اْلحَكِيْمِ فِى جَامٍ بِزَعْفَرَانَ ثُمَّ يَشْرَبُهُ. البيهقى فى شعب الايمان 2: 482، رقم: 2468

Dari Abu Jafar Muhammad bin Ali, ia berkata : Barangsiapa mendapati kekerasan di dalam hatinya, maka tulislah Yaasiin wal quraanil hakiim, lalu memasukkan dalam gelas (berisi air) dengan zafaraan, kemudian (hendaklah) meminumnya. [HR. Baihaqi di dalam Syu’abul Iimaan juz 2, hal. 482, no. 2468]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Abu Jafar Muhammad bin Ali — Muhammad bin Marwan — Amr bin Tsabit bin Abul Miqdam — Al-Hasan bin Al-Husain Al-Uraniy — Al-Husain bin Hakam Al-Hairiy — Ali bin Abdur Rahman As-Sabiiy — AbuAbdullah Al-Hafidh — Baihaqi.

Hadits ini dla’if, disamping bukan sabda Nabi SAW, karena ada perawi yang bernama Muhammad bin Marwan, ia majhul, dan perawi bernama ‘Amr bin Tsabit bin Abul Miqdam yang dilemahkan oleh ‘ulama ahli hadits sebagai berikut :

Hadits ini dla’if, disamping bukan sabda Nabi SAW karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama, ‘Amr bin Tsabit dan Al-Hasan bin Al-Husain Al-‘Uraniy, yang dilemahkan oleh ‘ulama ahli hadits :

Tentang ‘Amr bin Tsabit yang nama lengkapnya ‘Amr bin Tsabit bin Hurmuz Al-Bakriy Abu Muhammad :

Nasaiy berkata, “Dia matruukul hadiits”, dan pada kali yang lain mengatakan, ”laisa bitsiqat wa laa ma’mun”.

Abu Zar’ah mengatakan, “Dia dla’iiful hadiits”.

Mu’awiyah bin Shalih dari Yahya mengatakan, “Dia dla’if”

Bukhari mengatakan, “Laisa bil qawiy”. [Tahdzibut Tahdziib juz 8, hal. 9, no. 11]

Tentang Al-Hasan bin Al-Husain Al-‘Uraniy Al-Kuufiy:

Ibnu ‘Adiy mengatakan, “Dia meriwayatkan hadits munkar”. [Lisaanu Miizaan juz 2, hal. 250, no. 2426]

Hadits ke-28

عَنْ اَبِى جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيّ قَالَ: مَنْ وَجَدَ فِى قَلْبِهِ قَسْوَةً فَلْيَكْتُبْ يس وَ اْلقُرْانِ فِى جَامٍ بِزَعْفَرَانَ ثُمَّ يَشْرَبُهُ. الحاكم، فى المستدرك 2: 465، رقم: 3603

Dari Abu Jafar Muhammad bin Ali, ia berkata : Barangsiapa yang mendapati kekerasan di dalam hatinya, maka tulislah Yaasiin wal quraani, lalu menaruh dalam gelas (berisi air) dengan zafaraan, kemudian (hendaklah) meminumnya. [HR. Hakim dalam Al-Mustadrak juz 2, hal. 465, no. 3603]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Abu Jafar Muhammad bin Ali — Muhammad bin Marwan — Amr bin Tsabit — Abul Miqdam — Al-Hasan bin Al-Husain Al-Uraniy — Al-Husain bin Hakam Al-Hairiy — Ali bin Abdur Rahman As-Sabiiy Al-Kuufiy — Hakim.

Hadits ini dla’if, disamping bukan sabda Nabi SAW karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama, ‘Amr bin Tsabit dan Al-Hasan bin Al-Husain Al-‘Uraniy, yang dilemahkan oleh ‘ulama ahli hadits :

Tentang ‘Amr bin Tsabit yang nama lengkapnya ‘Amr bin Tsabit bin Hurmuz Al-Bakriy Abu Muhammad :

Nasaiy berkata, “Dia matruukul hadiits”, dan pada kali yang lain mengatakan, ”laisa bitsiqat wa laa ma’mun”.

Abu Zar’ah mengatakan, “Dia dla’iiful hadiits”.

Mu’awiyah bin Shalih dari Yahya mengatakan, “Dia dla’if”

Bukhari mengatakan, “Laisa bil qawiy”. [Tahdzibut Tahdziib juz 8, hal. 9, no. 11]

Tentang Al-Hasan bin Al-Husain Al-‘Uraniy Al-Kuufiy:

Ibnu ‘Adiy mengatakan, “Dia meriwayatkan hadits munkar”. [Lisaanu Miizaan juz 2, hal. 250, no. 2426]

Hadits ke-29

عَنْ عَلِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ سَمِعَ  سُوْرَةَ يس عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِيْنَ دِيْنَارًا فِى سَبِيْلِ اللهِ وَ مَنْ قَرَأَهَا عَدَلَتْ عِشْرِيْنَ حِجَّةً وَ مَنْ كَتَبَهَا وَ شَرِبَهَا اَدْخَلَتْ جَوْفَهُ اَلْفَ يَقِيْنٍ وَ اَلْفَ نُوْرٍ وَ اَلْفَ بَرَكَةٍ وَ اَلْفَ رَحْمَةٍ وَ اَلْفَ رِزْقٍ وَ نَزَعَتْ مِنْهُ كُلَّ غِلّ وَ دَاءٍ. الخطيب البغدادى 6: 248

Dari Ali RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa mendengar surat Yaasiin maka untuknya pahala sama dengan (berinfaq) dua puluh dinar fii sabiilillaah, barangsiapa yang membacanya maka hal itu mengimbangi dua puluh kali hajji, dan barangsiapa yang menulis serta meminum airnya, maka ia memasukkan ke dalam tubuhnya seribu yaqin, seribu cahaya, seribu berkah, seribu rahmat, seribu rezqi, dan akan menghilangkan semua dengki dan penyakit hati. [HR Al-Khathiib Al-Baghdaadiy juz 6, hal. 248]

Adapun sanad hadits ini adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Ali — Al-Haarits — Abu Ishaq — Sufyan Ats-Tsauriy — Ismail bin Yahya Al-Baghdaadiy — Al-Abbas bin Ismail Ar-Raqiy — Ahmad bin Jafar bin Nahsr Al-Jamal — Manshur Al-Busanjiy — Abu Bakr Al-Barqaniy — Al-Khathib Al-Baghdaadiy.

Hadits ini dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Isma’il bin Yahya Al-Baghdaadiy. Daruquthni mengatakan, “Ia dla’if, matruukul hadiits”. [Tarikh Baghdad  Al-Khathiib Al-Baghdaadiy juz 6, hal. 249]

Kesimpulan :

Memasukkan tulisan surat Yaasiin  baik sebagiannya atau seluruhnya ke dalam gelas berisi air, lalu diminum untuk mendapatkan khasiatnya itu bukan ajaran Islam.

FADLILAH YAASIIN (ke-4)

Surat Yaasiin dibaca malam hari.

Hadits ke-30

عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ فِى تِلْكَ اللَّيْلَةِ. الدارمى 2: 457، رقم: 3267

Dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa membaca surat Yaasiin pada malam hari dengan mengharap ridla Allah, maka diampuni baginya (dari dosanya) pada malam itu. [HR. Darimiy juz 2, hal. 457, no. 3267]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan (tidak mendengar dari Abu Hurairah) — Muhammad bin Juhadah — Ziyad bin Khaitsamah — Abuhu (ayahnya) — Al-Walid bin Syuja — Darimiy.

Hadits ini dla’if, karena Al-Hasan (Al-Bashriy) meriwayatkan dengan ‘an ‘anah (meriwayatkan hadits dengan kata-kata ‘an) dari Abu Hurairah, padahal ia seorang mudallis, sehingga bisa juga ia mendapatkan hadits ini dari seseorang yang tidak ia sebutkan namanya, maka hadits itu munqathi’. [Lihat Mizaanul I’tidal juz 1, hal. 527, no. 1968].

Hadits ke-31

عَنِ اْلحَسَنِ قَالَ: سَمِعْتُ اَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ اَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ، وَ مَنْ قَرَأَ حم الَّتِى يُذْكَرُ فِيْهَا الدُّخَانُ فِى لَيْلَةِ جُمُعَةٍ اَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ. ابو يعلى الموصلى 5: 390، رقم: 6196

Dari Al-Hasan, ia berkata : Aku mendengar Abu Hurairah berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa membaca Yaasiin pada malam hari, maka pada pagi itu ia diampuni (dari dosanya). Dan barangsiapa membaca Haamiim, surat Ad-Dukhaan pada malam Jumat, maka pada pagi itu ia diampuni (dari dosanya). [HR. Abu Ya’laa Al-Maushiliy juz 5, hal. 390, no. 6196]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan (Al-Bashriy) — Hisyam bin Ziyad — Hajjaj bin Muhammad — Ishaq bin Abu Israil — Abu Yalaa.

Hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Hisyam bin Ziyad, nama lengkapnya adalah Hisyam bin Ziyad bin Abu Yazid Al-Qurasyiy yang nama kunyahnya adalah Abul Miqdaam bin Abi Hisyam Al-Madaniy. Tentang dia, ahli hadits menyatakan demikian :

‘Abdullah bin Ahmad mengatakan : dla’iful hadits

Abu Zar’ah mengatakan : dla’iful hadits

Yahya bin Ma’in mengatakan : laisa bitsiqat

Bukhari mengatakan : para ahli memperbincangkannya.

Abu Dawud berkata : ghairu tsiqat

Tirmidzi menyatakan : dla’if.

Nasaiy dan Ali bin Junaid Al-Azdiy mengatakan : matrukul hadits [Tahdzibut Tahdzib juz 11, hal. 36, no. 78]

Hadits ke-32

عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ جُنْدَبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ. ابن حبان 6: 312، رقم: 2574

Dari Al-Hasan, dari Jundab, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang membaca Yaasiin pada malam hari dengan mengharap (ridla) Allah, maka diampunilah (dosanya). [HR. Ibnu Hibban juz 6, hal. 312, no. 2574]

Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :

Nabi SAW — Jundab — Al-Hasan — Muhammad bin Juhadah — Ziyad bin Khaitsamah — Abuhu (Syuja bin Walid) — Al-Walid bin Syuja bin Walid As-Sakuniy — Muhammad bin Ishaq bin Ibrahim maula Tsaqif — Ibnu Hibban.

Hadits ini dla’if, karena Al-Hasan (Al-Bashriy) meriwayatkan dengan ‘an ‘anah padahal ia seorang mudallis, maka haditsnya munqathi’. [Lihat Mizaanul I’tidal juz 1, hal. 527, no. 1968]

Hadits ke-33

عَنِ اْلحَسَنِ قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس فِى لَيْلَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ اَوْ مَرْضَاةِ اللهِ غُفِرَ لَهُ، وَ قَالَ: بَلَغَنِى اَنَّهَا تَعْدِلُ اْلقُرْانَ كُلَّهُ. الدارمى 2: 456، رقم: 3265

Dari Al-Hasan, ia berkata, Barangsiapa yang membaca Yaasiin pada malam hari dengan mengharap (pahala dari) Allah, atau mengharap ridla Allah, maka diampuni baginya (dari dosanya). Dan perawi berkata, Telah sampai (khabar) kepadaku bahwa (surat Yaasiin) mengimbangi Al-Quran seluruhnya. [HR Darimiy juz 2, hal. 456, no. 3265]

Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :

Al-Hasan (Al-Bashriy) — Abuhu (bernama Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy) — Mutamir — Abul Walid Musa bin Khalid — Darimiy.

Hadits ini dlaif, karena disamping bukan sabda Nabi SAW, tetapi semata-mata perkataan Al-Hasan (seorang tabi’i), dengan demikian  haditsnya maqthu’, juga dalam sanadnya ada perawi bernama Sulaiman At-Taimiy yang nama lengkapnya adalah Sulaiman bin Tharkhan At-Taimiy Abul Mu’tamir Al-Bashriy, ia dinyatakan mudallis oleh Adz-Dzahabiy. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 212, no. 3481]

Hadits ke-34

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ دَاوَمَ عَلَى قِرَاءَةِ يس كُلَّ لَيْلَةٍ ثُمَّ مَاتَ مَاتَ شَهِيدًا. الطبرانى فى المعجم الصغير 2: 191، رقم: 1010

Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang membiasakan membaca surat Yaasiin setiap malam, kemudian meninggal, maka ia meninggal dalam keadaan mati syahid. [HR. Thabraniy, dalam Mu’jamush Shaghiir juz 2, hal. 191, no. 1010]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Anas bin Malik — Az-Zuhriy — Mamar — Rabah bin Zaid Ash-Shananiy — Said bin Musa Al-Azdiy Al-Himshiy — Muhammad bin Hafsh Al-Anshariy Al-Himshiy — Muhammad bin Musa Al-Qaththan Al-Hamdaniy — Thabraniy.

Hadits ini dla’if, karena di dalam sanadnya ada perawi bernama Sa’id bin Musa Al-Azdiy Al-Himshiy. Rawi tersebut dinyatakan memalsu hadits oleh Ibnu Hibban. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 159, no. 3280]

 

Hadits ke-35

عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس كُلَّ لَيْلَةٍ غُفِرَ لَهُ. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 480، رقم: 2462

Dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, Barangsiapa membaca Yaasiin setiap malam, niscaya diampuni baginya (dari dosanya). [HR. Baihaqi, dalam Syu’abul Iimaan juz 2, hal. 480]

Adapun sanad hadits ini sebagai berikut :

Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan — Abul Awwam — Al-Mubarak bin Fudlalah  Khalaf bin Walid —Abdullah bin Ahmad bin Abi Masrah Al-Makkiy — Abu Muhammad Al-Hasan bin Muhammad Sukhtuwaih — Abu Abdullah Al-Hafidh — Baihaqiy.

Hadits ini dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Al-Hasan (Al-Bashriy) yang meriwayatkan dengan‘an ‘anah dari Abu Hurairah pada hal ia seorang mudallis, maka haditsnya munqathi’.

Kesimpulan :

Hadits-hadits mengenai membaca surat Yaasiin di malam hari semuanya dla’if.

 

Surat Yaasiin dibaca di pagi hari

Hadits ke-36

عَنْ عَطَاءِ بْنِ اَبِى رَبَاحٍ قَالَ: بَلَغَنِى اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس فِى صَدْرِ النَّهَارِ قُضِيَتْ حَوَائِجُهُ. الدارمى 2: 457، 3268

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata : Telah sampai berita kepadaku, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,Barangsiapa yang membaca surat Yaasiin pada permulaan siang, niscaya terpenuhi segala keperluannya. [HR. Darimi juz 2, hal. 457, no. 3268]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Atha bin Abu Rabah (tidak mendengar dari Nabi SAW) — Muhammad bin Juhadah — Ziyad bin Khaitsamah — Abuuhu — Al-Walid bin Syuja — Darimiy.

Hadits ini dla’if, karena hadits ini mursal. Yakni ‘Atha’ bin Abi Rabah bukan shahabat, sehingga tidak jelas dari siapa dia mendapatkan hadits ini.

Hadits ke-37

عَنِ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ قَالَ: قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: مَنْ قَرَأَ يس حِيْنَ يُصْبِحُ اُعْطِيَ يُسْرَ يَوْمِهِ حَتَّى يُمْسِيَ، وَ مَنْ قَرَأَهَا فِى صَدْرِ لَيْلَةٍ اُعْطِيَ يُسْرَ لَيْلَتِهِ حَتَّى يُصْبِحَ. الدارمى 2: 457، رقم: 3269

Dari Syahr bin Hausyab, ia berkata : Ibnu Abbas berkata : Barangsiapa membaca Yaasiin ketika pagi hari, niscaya diberikan kepadanya kemudahan pada hari itu hingga sore hari, dan barangsiapa yang membacanya pada permulaan malam, niscaya diberikan kepadanya kemudahan pada malamnya hingga pagi. [HR. Darimiy juz 2, hal. 457, no. 3269]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Ibnu Abbas — Syahr bin Hausyab — Rasyid Abu Muhammad Al-Himaniy — Abdul Wahhab (bin Abdul Majiid) — Amr bin Zurarah — Darimiy.

Hadits ini dla’if, disamping hadits ini mauquf (perkataan shahabat), bukan sabda Nabi SAW, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Syahr bin Hausyab. Tentang perawi ini :

Nasaiy dan Ibnu ‘Adiy mengatakan, “Dia laisa bil qawiy”. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 283, no. 3756]

 

Hadits ke-38

قَالَ يَحْيَى بْنُ اَبِى كَثِيْرٍ: بَلَغَنِى اَنَّ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ يس لَيْلاً لَمْ يَزَلْ فِى فَرَحٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَ مَنْ قَرَأَهَا حِيْنَ يُصْبِحَ لَمْ يَزَلْ فِى فَرَحٍ حَتَّى يُمْسِيَ. يحيى بن ابى كثير، فى تفسير القرطبى 15: 4

Berkata Yahya bin Abi Katsir : Telah sampai kepadaku, bahwasanya barangsiapa membaca surat Yaasiin pada malam hari, maka tiada henti-hentinya ia dalam kegembiraan hingga pagi harinya, dan barangsiapa membacanya di waktu pagi, maka tiada henti-hentinya ia dalam kegembiraan hingga sore hari. [Yahya bin Abu Katsir, dalam Tafsir Al-Qurthubiy, juz 15, hal. 4]

Hadits ini bukan sabda Nabi SAW. Dalam riwayat ini Yahya bin Abu Katsir tidak menyandarkannya kepada siapapun, beliau hanya mengatakan, “Telah sampai kepadaku”. Maka perkataan seperti ini tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu riwayat tersebut tidak dapat diamalkan, karena tidak jelas sejauh mana riwayat tersebut disandarkan.

Kesimpulan :

Hadits-hadits mengenai membaca surat Yaasiin di pagi hari semuanya dla’if.

 

Surat Yaasiin dibaca siang hari

Hadits ke-39

عَنِ اْلحَسَنِ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَرَأَ يس فِى يَوْمٍ اَوْ لَيْلَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ. الطبرانى فى المعجم الصغير 1: 255، رقم: 417

Dari Al-Hasan, dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa membaca surat Yaasiin pada siang atau malam hari dengan mengharap ridla Allah, niscaya diampuni baginya (dari dosanya). [HR. Thabraniy, dalam Mu’jamush Shaghir juz 1 hal. 255, no. 417]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Abu Hurairah — Al-Hasan (tidak mendengar dari Abu Hurairah) — Ghalib Al-Qaththan — Jasr (bin Farqad) — Hasan bin Abu Jafar — Aghlab bin Tamim — Wahab bin Baqiyyah — Humaid bin Ahmad binAbdullah Al-Wasithi — Thabrani.

Hadits ini dla’if, karena ada beberapa kelemahan.

Pertama, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Aghlab bin Tamim. Bukhari mengatakan, “Ia munkarul hadits”. [Lisaanul Mizaan juz 1, hal. 518, no.1434]

Kedua, dan juga pada sanad ini ada perawi bernama Jasr bin Farqad, maka bertambah buruklah kedla’ifan hadits tersebut, karena Jasr bin Farqad rawi yang dla’if. Nama lengkapnya adalah Jasr bin Farqad Al-Qashab Al-Bashriy dan kunyahnya adalah Abu Ja’far.

Nasaiy mengatakan, “Jasr bin Farqad dla’if”. [Mizaanul I’tidal juz 1, hal. 398, no. 1480]

Ketiga, Al-Hasan meriwayatkan dengan ‘an ‘anah dari Abu Hurairah, padahal ia seorang mudallis, maka haditsnya munqathi’.

 

Hadits ke-40

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ اَبِى لَيْلَى قَالَ: لِكُلّ شَيْءٍ قَلْبٌ وَ قَلْبُ اْلقُرْانِ يس. مَنْ قَرَأَهَا نَهَارًا كُفِيَ هَمُّهُ وَ مَنْ قَرَأَهَا لَيْلاً غُفِرَ ذَنْبُهُ. تفسير القرطبى 15: 2

Dari Abdur Rahman bin Abi Laila, ia berkata : Barangsiapa membacanya pada siang hari, niscaya dicukupi kebutuhannya, dan barangsiapa membacanya pada malam hari, niscaya diampuni dosanya. [Tafsir Al-Qurthubiy juz 15, hal. 2]

Riwayat ini hanya datang dari ‘Abdur Rahman bin Abu Laila dan tidak ada keterangan sampai sejauh mana kebenaran riwayat ini disandarkan, maka riwayat ini tidak dapat diamalkan.

Kesimpulan :

Hadits-hadits mengenai membaca surat Yaasiin di siang hari semuanya dla’if.

KEDUDUKAN HADITS-HADITS

FADLILAH YAASIIN (ke-5)

Surat Yaasiin dibaca di pekuburan.

Hadits ke-41

عَنْ اَنَسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ دَخَلَ اْلمَقَابِرَ فَقَرَأَ سُوْرَةَ يس خَفَّفَ اللهُ عَنْهُمْ يَوْمَئِذٍ وَ كَانَ لَهُ بِعَدَدِ حُرُوْفِهَا حَسَنَاتٌ. فى تفسير القرطبى 15: 4

Dari Anas (bin Malik), bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa memasuki kuburan, lalu membaca surat Yaasiin, niscaya Allah meringankan (siksa qubur) mereka pada hari itu, dan adalah bagi orang yang membacanya mendapat kebaikan sejumlah huruf-hurufnya. [Dalam Tafsir Al-Qurthubiy juz 15, hal. 4]

Keterangan :

Di dalam kitab Silsilatul Ahaadiitsidl Dla’iifah wal Maudluu’ah oleh Al-Albaniy, hadits tersebut tertulis demikian :

مَنْ دَخَلَ اْلمَقَابِرَ فَقَرَأَ سُوْرَةَ (يس) خَفَّفَ عَنْهُمْ يَوْمَئِذٍ، وَ كَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَنْ فِيْهَا حَسَنَاتٌ. سلسلة الاحاديث الضعيفة 3: 397، رقم: 1246

Barangsiapa yang memasuki kuburan, lalu membaca surat Yaasiin, Allah ringankan (siksa qubur) mereka pada hari itu, dan bagi orang yang membacanya mendapatkan kebaikan sebanyak bilangan orang-orang yang di dalam kuburan itu. [Silsilatul Ahaadiitsidl Dla’iifah juz 3, hal. 397, no. 1246].

Hadits ini dla’if, bahkan Al-Albaniy mengatakannya maudlu’ (palsu), karena ada beberapa kelemahan :

Pertama,  di dalam sanadnya ada rawi yang bernama Abu ‘Ubaidah. Ibnu Ma’in menyatakan, “Dia majhul”.

Kedua,     Ayyub bin Mudrik. Rawi ini telah disepakati kedla’ifannya, bahkan Ibnu Ma’in menyatakan bahwa rawi tersebut kadzdzaab (pendusta).

Ketiga,     Ahmad Ar-Riyaahiy, nama lengkapnya adalah Ahmad bin Yazid bin Dinar, dengan kunyah Abul‘Awwaam. Tentang perawi ini Baihaqiy menyatakan bahwa dia rawi yang majhul. [Silsilatul Ahaadiitsidl Dla’ifah wal Maudluu’ah juz 3, hal. 397, no. 1246]

 

Hadits ke-42

عَنْ عَائشَةَ عَنْ اَبِى بَكْرٍ مَرْفُوْعًا: مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ اَوْ اَحَدِهِمَا فِى يَوْمِ جُمُعَةٍ فَقَرَأَ يس غَفَرَ اللهُ لَهُ. ميزان الاعتدال 3: 261

Dari Aisyah, dari Abu Bakr, ia mengatakan dari Nabi SAW, Barangsiapa ziyarah qubur kedua orang tuanya atau salah satunya pada hari Jumat, lalu membaca surat Yaasiin, niscaya diampuni dosanya. [Mizaanul I’tidal juz 3, hal. 261]

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy, dia berkata, “hadits ini, dengan sanad ini adalah baathil” (rusak).

Di dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Amr bin Ziyaad, ia tertuduh memalsu hadits. Daruquthniy berkata, “Ia memalsu hadits”.

Kesimpulan :

Membaca surat Yaasiin di kuburan agar diampuni dosanya adalah tidak benar.

 

Bacaan Yaasiin dan mati syahid.

Hadits ke-43

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ دَاوَمَ عَلَى قِرَاءَةِ يس كُلَّ لَيْلَةٍ ثُمَّ مَاتَ مَاتَ شَهِيدًا. الطبرانى فى المعجم الصغير 2: 191، رقم: 1010

Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang membiasakan membaca surat Yaasiin setiap malam, kemudian meninggal, maka ia meninggal dalam keadaan mati syahid. [HR. Thabraniy, dalam Mu’jamush Shaghiir juz 2, hal. 191, no. 1010]

Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :

Nabi SAW — Anas bin Malik — Az-Zuhriy — Mamar — Rabah bin Zaid Ash-Shananiy — Said bin Musa Al-Azdiy Al-Himshiy — Muhammad bin Hafsh Al-Anshariy Al-Himshiy — Muhammad bin Musa Al-Qaththan Al-Hamdaniy — Thabraniy.

Hadits ini dla’if, karena di dalam sanadnya ada perawi bernama Sa’id bin Musa Al-Azdiy Al-Himshiy. Rawi tersebut dinyatakan memalsu hadits oleh Ibnu Hibban. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 159, no. 3280]

Kesimpulan :

Membiasakan bacaan Yaasiin setiap malam akan mengakibatkan mati syahid adalah tidak benar.

 

Yaasiin dapat memenuhi segala kebutuhan

Hadits ke-44

عَنْ عَطَاءِ بْنِ اَبِى رَبَاحٍ قَالَ: بَلَغَنِى اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس فِى صَدْرِ النَّهَارِ قُضِيَتْ حَوَائِجُهُ. الدارمى 2: 457، 3268

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata : Telah sampai berita kepadaku, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,Barangsiapa yang membaca surat Yaasiin pada permulaan siang, niscaya terpenuhi segala keperluannya. [HR. Darimi juz 2, hal. 457, no. 3268]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Atha bin Abu Rabah (tidak mendengar dari Nabi SAW) — Muhammad bin Juhadah — Ziyad bin Khaitsamah — Abuuhu — Al-Walid bin Syuja — Darimiy.

Hadits ini dla’if, karena hadits ini mursal. Yakni ‘Atha’ bin Abi Rabah bukan shahabat, sehingga tidak jelas dari siapa dia mendapatkan hadits ini.

 

Hadits ke-45

عَنِ الصَّلْتِ اَنَّ اَبَا بَكْرٍ الصّدّيْقَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سُوْرَةُ يس (تُدْعَى مِنَ التَّوْرَاةِ) فِى التَّوْرَاةِ تُدْعَى اْلمُعِمَّةَ. قِيْلَ وَ مَا اْلمُعِمَّةُ؟ قَالَ: نُعِمَ صَاحِبُهَا بِخَيْرِ الدُّنْيَا وَ اْلآخِرَةِ وَ تُكَابِدُ عَنْهُ بَلْوَى الدُّنْيَا وَ تَدْفَعُ عَنْهُ اَهْوَالَ اْلآخِرَةِ، وَ تُدْعَى الدَّافِعَةَ اْلقَاضِيَةَ تَدْفَعُ عَنْ صَاحِبِهَا كُلَّ سُوْءٍ وَ تَقْضِى لَهُ كُلَّ حَاجَةٍ. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 480، رقم: 2465

Dari Ash-Shalt bahwasanya Abu Bakar Ash-Shiddiiq RA berkata : Rasulullah SAW bersabda, Surat Yaasiin (disebut dari Taurat) di dalam Taurat disebut Muimmah. Ada yang bertanya, Apa muimmah itu ?. Beliau SAW bersabda, Orang yang membacanya diberi nimat dengan kebaikan di dunia dan di akhirat, menjauhkan dari bencana dunia dan menjauhkan dari bencana akhirat. Dan disebut Ad-Daafiah Al-Qaadliyah, yaitu menolak semua keburukan bagi pembacanya dan memenuhi segala kebutuhannya. [HR. Baihaqi, dalam Syu’abul Iman juz 2, hal. 480, no. 2465]

Baihaqi menerima hadits ini dari dua jalan, sebagai berikut :

A. Nabi SAW — Abu Bakar Ash-Shiddiq — Ash-Shalt — Hilal —Sulaiman bin Mirqaa Al-Jundiy — Muhammad bin Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Judaniy — Ismail bin Abi Uwais — Muhammad bin Abdur Rahman Asy-Syamiy — Abu Abdillah Bisyr bin Muhammad bin Abdullah Al-Muzaniy — Abu Dzarr Abdullah bin Ahmad bin Muhammad Al-Maliki — Baihaqi.

B. Nabi SAW — Abu Bakar Ash-Shiddiq — Ash-Shalt — Hilal —Sulaiman bin Mirqaa Al-Jundiy — Muhammad bin Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Judaniy — Ismail bin Abi Uwais —  Al-Hasan bin ‘Ali bin Ziyad — Abul Abbas Adl_Dlubaiy — Abu Nashr bin Qatadah — Baihaqi.

Hadits ini dla’if karena pada sanadnya ada rawi yang bernama Sulaiman bin Mirqaa’, ia dijarh munkarul haditsoleh Al-‘Uqailiy. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 222, no. 3509]

Kesimpulan :

Membaca surat Yaasiin dengan keyaqinan akan tercukupi kebutuhannya adalah tidak benar.

 

Mendengarkan bacaan surat Yaasiin sama dengan infaq fii sabiilillaah.

Hadits ke-46

عَنْ عَلِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ سَمِعَ سُوْرَةَ يس عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِيْنَ دِيْنَارًا فِى سَبِيْلِ اللهِ. الخطيب البغدادى 6: 248

Dari Ali, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang mendengar surat Yaasiin, (pahalanya) sama dengan bersedeqah dua puluh dinar fii sabiilillaah. [HR. Al-Khathib Al-Baghdadiy juz 6, hal. 248]

Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :

Nabi SAW — Ali — Al-Haarits — Abu Ishaq — Sufyan Ats-Tsauriy — Ismail bin Yahya Al-Baghdaadiy — Al-Abbas bin Ismail Ar-Raqiy — Ahmad bin Jafar bin Nahsr Al-Jamal — Manshur Al-Busanjiy — Abu Bakr Al-Barqaniy — Al-Khathib Al-Baghdaadiy.

Hadits ini dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Isma’il bin Yahya Al-Baghdadiy. Daruquthni mengatakan, “Ia dla’if, matruukul hadiits”. [Tarikh Baghdad  Al-Khathiib Al-Baghdaadiy juz 6, hal. 249]

 

Hadits ke-47

عَنِ الصَّلْتِ اَنَّ اَبَا بَكْرٍ الصّدّيْقَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سُوْرَةُ يس … وَ مَنْ سَمِعَهَا عَدَلَتْ لَهُ اَلْفَ دِيْنَارٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 480، رقم: 2465

Dari Ash-Shalt bahwasanya Abu Bakar Ash-Shiddiiq RA berkata : Rasulullah SAW bersabda, Surat Yaasiin.... dan barangsiapa mendengarnya maka sama dengan berinfaq seribu dinar di jalan Allah. [HR. Baihaqi, dalam Syu’abul Iman juz 2, hal. 380, no. 2465]

Baihaqi menerima hadits ini dari dua jalan, sebagai berikut :

A. Nabi SAW — Abu Bakar Ash-Shiddiq — Ash-Shalt — Hilal —Sulaiman bin Mirqaa Al-Jundiy — Muhammad bin Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Judaniy — Ismail bin Abi Uwais — Muhammad bin Abdur Rahman Asy-Syamiy — Abu Abdillah Bisyr bin Muhammad bin Abdullah Al-Muzaniy — Abu Dzarr Abdullah bin Ahmad bin Muhammad Al-Maliki — Baihaqi.

B. Nabi SAW — Abu Bakar Ash-Shiddiq — Ash-Shalt — Hilal —Sulaiman bin Mirqaa Al-Jundiy — Muhammad bin Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Judaniy — Ismail bin Abi Uwais —  Al-Hasan bin ‘Ali bin Ziyad — Abul Abbas Adl_Dlubaiy — Abu Nashr bin Qatadah — Baihaqi.

Hadits ini dla’if karena pada sanadnya ada rawi yang bernama Sulaiman bin Mirqaa’, ia dijarh munkarul haditsoleh Al-‘Uqailiy. [Mizaanul I’tidal juz 2, hal. 222, no. 3509]

Kesimpulan :

Mendengar surat Yaasiin dengan keyaqinan sama dengan infaq fii sabiilillaah adalah tidak benar.

 

Beberapa khasiat lain membaca Yaasiin

Hadits ke-48

عَنْ اَيُّوْبَ السَّخْتِيَانِي عَنْ اَبِي قِلاَبَةَ قَالَ:…وَ مَنْ قَرَأَ يس غُفِرَ لَهُ  وَ مَنْ قَرَأَهَا وَ هُوَ جَائِعٌ شُبِعَ وَ مَنْ قَرَأَهَا وَ هُوَ ضَالٌّ هُدِىَ وَ مَنْ قَرَأَهَا وَ لَهُ ضَالَّةٌ وَجَدَهَا وَ مَنْ قَرَأَهَا عَلَى طَعَامٍ خَافَ قِلَّتَهُ كَفَاهُ وَ مَنْ قَرَأَهَا عِنْدَ مَيّتٍ هُوّنَ عَلَيْهِ وَ مَنْ قَرَأَهَا عِنْدَ امْرَأَةٍ يُخْشَى عَلَيْهَا وَلَدُهَا يَسَّرَ عَلَيْهَا. البيهقى 2: 481، رقم: 2467

Dari Ayyub As-Sakhtiyaniy, dari Abu Qilabah, ia berkata, Dan barangsiapa yang membaca Yaasiin, maka akan diampuni (dosa-dosa) baginya, barangsiapa yang membacanya dalam keadaan lapar, pasti akan diberi rasa kenyang, barangsiapa yang membacanya dikala tersesat pasti ia akan dapat petunjuk, dan barangsiapa yang membacanya pada waktu kehilangan sesuatu, maka pasti ia akan menemukannya, barangsiapa yang membacanya di hadapan makanan yang dikhawatirkan (tidak cukup) karena sedikitnya, maka (Allah) akan mencukupkannya, barangsiapa yang membacanya di sisi orang yang akan meninggal, pastilah ia diberi kemudahan, dan barangsiapa membacanya di hadapan seorang ibu yang dikhawatirkan (disulitkan) anaknya, pasti (Allah) memberi kemudahan padanya. [HR. Baihaqi juz 2, hal. 481, no 2467]

Adapun sanad hadits ini adalah sebagai berikut :

Abu Qilabah  — Ayyub As-Sakhtiyaniy — Al-Khalil bin Murrah — Mamar — Sadan bin Nashr — Ismail bin Muhammad Ash-Shafar — Abul Husain bin Bisyran — Baihaqiy.

Hadits ini dla’if, disamping bukan sabda Nabi SAW, juga karena dalam sanadnya ada rawi yang bernama Al-Khalil bin Murrah.. Bukhari berkata, “Dia munkarul hadits dan haditsnya tidak shahih”. [Tahdzibut Tahdzib juz 3, hal. 146, no. 319]

Kesimpulan :

Hadits tersebut bukan sabda Nabi SAW, bukan pula kata-kata Abu Qilabah (shahabat), artinya seseorang menyandarkannya kepada shahabat Abu Qilabah. Keyaqinan-keyaqinan di atas merupakan aqidah yang sesat dan harus dihilangkan.

Beberapa isthilah yang terdapat dalam brosur ini :

Dla’if                      Lemah.

Hadits maqthu’      Hadits yang sanadnya hanya sampai kepada Tabi’in atau di bawahnya.

Hadits marfu’         Hadits yang sanadnya sampai kepada Nabi SAW.

Hadits mauquf       Hadits yang sanadnya hanya sampai kepada shahabat (perkataan atau perbuatan shahabat)

Jarh                        Cela

Kunyah                  Sebutan seseorang yang diawali dengan Abu (bagi laki-laki) atau Ummu (bagi perempuan). Contoh : Abu Hurairah, Ummu Salamah, dll.

Majhul                    tidak dikenal

Matrukul hadits      Haditsnya ditinggalkan. Jarh untuk seorang rawi yang tertuduh dusta.

Mudallis                  Orang yang menyembunyikan rawi.

Munkarul hadits     Haditsnya diingkari, jarh untuk perawi yang banyak salah, lalai atau fasiq.

Munqathi’               Hadits yang gugur di tengah sanadnya.

Mursal                    Hadits yang gugur di akhir sanadnya.

Rawi                       Periwayat hadits.

Sanad                    Rangkaian rawi-rawi

Tabi’in                    Orang Islam yang bertemu dengan shahabat dan meninggal di dalam keislamannya.

Tabi’it tabi’in          Orang Islam yang bertemu dengan Tabi’in dan meninggal dalam keislamannya.

Tsiqat                     Kuat, bisa dipercaya.

~oO[ @ ]Oo~

Surat Thaahaa dan Yaasiin bacaan ahli surga.

Hadits ke-49.

رَوَى الضَّحَّاكُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: … وَ اِنَّ اَهْلَ اْلجَنَّةِ يُرْفَعُ عَنْهُمُ اْلقُرْانُ فَلاَ يَقْرَءُوْنَ شَيْئًا اِلاَّ طه وَ يس. فى تفسير القرطبى 15: 3

Adl-Dlahhaak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “……dan sesungguhnya ahli surga itu dihilangkan dari mereka Al-Quran, maka mereka tidak membaca sesuatu kecuali surat Thaahaa dan Yaasiin. [Dalam Tafsir Al-Qurthubiy juz 15, hal. 3]

Keterangan :

Hadits ini dla’if. Pada hadits tersebut disebutkan bahwa Adl-Dlahhaak meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, padahal Adl-Dlhahhaak tidak pernah bertemu dengan Ibnu ‘Abbas, sebagaimana pernyataan beliau sendiri ketika ditanya oleh Musyasy, “Apakah engkau bertemu dengan Ibnu ‘Abbas ?”. Beliau menjawab, “Tidak !”. Hal ini sejalan dengan pernyataan ‘Abdul Malik bin Maisarah bahwa Adl-Dlahhaak tidak bertemu dengan Ibnu ‘Abbas. [Ath-Thabaqaat Ibnu Sa’ad juz 6, hal. 301]

Dengan demikian hadits ini munqathi’ dan dla’if.

Kesimpulan :

Membaca surat Thaahaa dan Yaasiin dengan keyaqinan bahwa surat tersebut merupakan bacaan ahli surga adalah tidak benar.

WIS NGERTI YEN HADITSE DHAIF NEK ISIH NGAMALKE YO GEBANGETEN

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s