DOA UNTUK ORANG SAKIT

Doa untuk orang sakit

 

قَالَ اَنَسٌ لِثَابِتٍ: اَلاَ اَرْقِيْكَ بِرُقْيَةِ رَسُوْلِ اللهِ ص؟ قَالَ: بَلَى. قَالَ: اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ، اشْفِ اَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِيَ اِلاَّ اَنْتَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا. البخارى 7: 24

Anas berkata kepada Tsaabit (yang sedang sakit), “Maukah kamu aku ruqyah (jampi), sebagaimana Rasulullah SAW meruqyah ?”. Tsaabit berkata, “Mau”. Anas berkata, “Alloohumma robban-naas mudzhibal baasi, isyfi antasy-syaafii laa syaafiya illaa anta syifaa-an laa yughoodiru saqoma” (Ya Allah Tuhannya seluruh manusia yang menghilangkan gangguan (penyakit), sembuhkanlah dia, Engkaulah Penyembuh yang tidak ada penyembuh kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak kambuh lagi). [HR. Bukhari juz 7 hal. 24]

عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يُعَوّذُ بَعْضَ اَهْلِهِ يَمْسَحُ بِيَدِهِ اْليُمْنَى وَ يَقُوْلُ: اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَاسَ وَ اشْفِهِ وَ اَنْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا. البخارى 7: 24

Dari ‘Aisyah RA bahwasanya Nabi SAW memohonkan perlindungan untuk sebagian keluarganya, beliau mengusap dengan tangan kanannya, lalu berdoa, “Alloohumma robban-naas adzhibil baasa wasyfihi wa antasy-syaafii laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughoodiru saqoma” (Ya Allah Tuhannya seluruh manusia, hilangkanlah penyakitnya, dan sembuhkanlah dia, dan Engkaulah penyembuh yang tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi). [HR. Bukhari juz 7, hal. 24]

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ يَرْقِى يَقُوْلُ: اِمْسَحِ اْلبَاسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشّفَاءُ لاَ كَاشِفَ لَهُ اِلاَّ اَنْتَ. البخارى 7: 24

Dari ‘Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW ketika meruqyah beliau berdoa, “Imsahil baasa robban-naas biyadikasy-syifaa-u, laa kaasyifa lahu illaa anta” (Hilangkanlah penyakit ini wahai Tuhannya manusia, di tangan-Mu lah kesembuhan, tidak ada yang bisa menghilangkan penyakit kecuali Engkau)”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 24]

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ اِذَا عَادَ مَرِيْضًا يَقُوْلُ: اَذْهِبِ اْلبَاسَ رَبَّ النَّاسِ، اِشْفِهِ اَنْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا. مسلم 4: 1722

Dari ‘Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW apabila menjenguk orang yang sakit, beliau berdoa, “Adzhibil baasa robban-naas, isyfihi antasy-syaafii laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughoodiru saqoma” (Hilangkanlah penyakit ini wahai Tuhannya manusia, sembuhkanlah dia, Engkaulah penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi). [HR. Muslim juz 4, hal. 1722]

قَالَ النَّبِيُّ ص: اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، ثَلاَثَ مِرَارٍ. مسلم 3: 1253

Nabi SAW berdoa (ketika menjenguk Sa’ad), “Alloohummasyfi Sa’dan, Alloohummasyfi Sa’dan” (Ya Alloh sembuhkanlah Sa’ad, ya Allah sembuhkanlah Sa’ad), beliau mengucapkannya tiga kali. [HR. Muslim juz 3, hal. 1253]

Dan masih ada lagi lafadh-lafadh do’a yang lain yang tidak disebutkan di sini.

 

Menjenguk orang sakit dan keutamaannya

 

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: حَقُّ اْلمُسْلِمِ عَلَى اْلمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّالسَّلاَمِ وَعِيَادَةُ اْلمَرِيْضِ وَ اِتّبَاعُ اْلجَنَائِزِ وَ إِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَ تَشْمِيْتُ اْلعَاطِسِ. البخارى 2: 70

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Haq muslim atas muslim lainnya ada lima : 1. menjawab salam, 2. Menjenguk orang sakit, 3. Mengantarkan janazah, 4. Memenuhi undangan dan 5. Mendo’akan orang yang bersin”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 70]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: حَقُّ اْلمُسْلِمِ عَلَى اْلمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: اِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلّمْ عَلَيْهِ، وَ اِذَا دَعَاكَ فَاَجِبْهُ، وَ اِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَ اِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَسَمّتْهُ، وَ اِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَ اِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ. مسلم 4: 1705

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Haq muslim atas muslim lainnya ada enam”. Ada shahabat yang bertanya, “Apa saja itu, ya Rasulullah ?”. Beliau bersabda, “Apabila kamu bertemu dengannya berilah salam, apabila ia mengundangmu maka datangilah, apabila ia meminta nasehat kepadamu berilah nasehat, apabila ia bersin lalu membaca hamdalah, maka jawablah (Yarhamukallooh), apabila ia sakit jenguklah, dan apabila meninggal antarlah jenazahnya. [HR. Muslim juz 4, hal. 1705]

عَنْ عَلِيّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْ لَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَنْ اَتَى اَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِى خَرَافَةِ الْجَنَّةِ، حَتَّى يَجْلِسَ، فَاِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَاِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ اَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ. وَ اِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَـيْهِ سَبْعُوْنَ اَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، ابن ماجه 1: 464

Dari ‘Ali, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjenguk saudaranya sesama muslim, senantiasa ia berjalan di kebun surga sampai ia duduk. Kemudian apabila ia telah duduk maka ia diliputi oleh rahmat, jika menjenguknya itu diwaktu pagi maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendo’akannya sampai sore, dan jika menjenguknya itu pada waktu sore maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendo’akannya sampai pagi”. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 464]

عَنْ زَيْدِبْنِ اَرْقَمَ قَالَ: عَادَنِى رسول الله ص مِنْ وَجَعٍ كَانَ بِعَيْنِي. ابو داود 3: 186

Dari Zaid bin Arqam ia berkata, “Rasulullah SAW pernah menjengukku karena aku sakit mata”. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 186]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ يَقُوْلُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِى. قَالَ: يَا رَبّ كَيْفَ اَعُوْدُكَ وَ اَنْتَ رَبُّ اْلعَالَمِيْنَ؟ قَالَ: اَ مَا عَلِمْتَ اَنَّ عَبْدِى فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ؟ اَ مَا عَلِمْتَ اَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِى عِنْدَهُ؟ يَا ابْنَ آدَمَ اِسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِى قَالَ: يَا رَبّ كَيْفَ اُطْعِمُكَ وَ اَنْتَ رَبُّ اْلعَالَمِيْنَ؟ قَالَ: اَ مَا عَلِمْتَ اَنَّهُ اِسْتَطْعَمَكَ عَبْدِى فُلاَنٌ فَلَمْ تُطْعِمْهُ؟ اَ مَا عَلِمْتَ اَنَّكَ لَوْ اَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذلِكَ عِنْدِى؟ يَا ابْنَ آدَمَ اِسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِى قَالَ: يَا رَبّ كَيْفَ اَسْقِيْكَ وَ اَنْتَ رَبُّ اْلعَالَمِيْنَ؟ قَالَ: اِسْتَسْقَاكَ عَبْدِى فُلاَنٌ فَلَمْ تَسْقِهِ؟ اَ مَا اِنَّكَ لَوْ سَقَيْتَهُ وَجَدْتَ ذلِكَ عِنْدِى. مسلم 4: 1990

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla akan berfirman besuk pada hari qiyamat, “Hai anak Adam, dahulu Aku sakit, tetapi kamu tidak mau menjenguk-Ku”. Orang itu bertanya, “Wahai Tuhanku bagaimana aku menjenguk-Mu, sedang Engkau adalah Tuhan sekalian alam ?”. Allah berfirman, “Tidak tahukah kamu bahwa hamba-Ku si fulan sakit tetapi kamu tidak mau menjenguknya, tidak tahukah kamu seandainya kamu menjenguknya niscaya kamu mendapati-Ku di sisinya ?”. “Hai anak Adam, dahulu Aku minta makan kepadamu, tetapi kamu tidak memberi-Ku makan”. Orang itu bertanya, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam ?”. Allah berfirman, “Tidak tahukah kamu bahwa hamba-Ku si fulan minta makan kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya makan, tidak tahukah kamu bahwa seandainya kamu memberinya makan niscaya kamu mendapati yang demikian itu (pahalanya) di sisi-Ku ?. Hai anak Adam dahulu Aku minta minum kepadamu, tetapi kamu tidak mau memberi-Ku minum”. Orang itu bertanya, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku memberi-Mu minum, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam ?”. Allah berfirman, “Tidak tahukah kamu, hamba-Ku si fulan minta minum kepadamu, tetapi kamu tidak mau memberinya minum. Ketahuilah seandainya kamu memberinya minum niscaya kamu mendapati yang demikian itu (pahalanya) di sisi-Ku”. [HR. Muslim juz 4, hal. 1990]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ اَصْبَحَ مِنْكُمُ اْليَوْمَ صَائِمًا؟ فَقَالَ اَبُوْ بَكْرٍ: اَنَا، فَقَالَ: مَنْ اَطْعَمَ مِنْكُمُ اْليَوْمَ مِسْكِيْنًا؟ قَالَ اَبُوْ بَكْرٍ : اَنَا، فَقَالَ: مَنْ تَبِعَ مِنْكُمُ اْليَوْمَ جَنَازَةً؟ فَقَالَ اَبُوْ بَكْرٍ : اَنَا، قَالَ: مَنْ عَادَ مِنْكُمُ اْليَوْمَ مَرِيْضًا؟ قَالَ اَبُوْ بَكْرٍ: اَنَا، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا اجْتَمَعَتْ هذِهِ اْلخصَالُ قَطُّ فِى رَجُلٍ اِلاَّ دَخَلَ اْلجَـنَّةَ. ابن خزيمة فى صحيحه 3: 304

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah bertanya (kepada para shahabat), “Siapakah diantara kalian pada hari ini yang sejak pagi berpuasa ?” Abu Bakar menjawab, “Saya”. Rasulullah SAW bertanya lagi, “Siapakah diantara kalian pada hari ini yang sudah memberi makan orang miskin ?”, Abu Bakar menjawab, “Saya”. Rasulullah SAW bertanya lagi, “Siapakah diantara kalian yang hari ini sudah mengantarkan jenazah ?”. Abu Bakar menjawab, “Saya”. Rasulullah SAW bertanya lagi, “Siapakah diantara kalian pada hari ini yang sudah menjenguk orang sakit ?”. Abu Bakar menjawab, “Saya”. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah perbuatan-perbuatan ini terkumpul pada seseorang melainkan dia akan masuk surga. [HR. Ibnu Khuzaimah di dalam shahihnya, juz 3, hal. 304]

Perintah berobat

 

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَا اَنْزَلَ اللهُ دَاءً اِلاَّ اَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً. البخارى 7: 12

Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia menurunkan pula obatnya. [HR. Bukhari juz 7, hal. 12]

عَنْ اُسَامَةَ بْنِ شُرَيْكٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: تَدَاوَوْا فَاِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً اِلاَّ وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ: اَلْهَرَمُ. ابو داود 4: 3

Dari Usamah bin Syuraik, bahwa Nabi SAW bersabda, “Berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak mengadakan penyakit kecuali mengadakan obatnya, kecuali satu penyakit (yang tak ada obatnya) yaitu umur tua”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 3]

عَنْ عَبْدِ اللهِ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَا اَنْزَلَ اللهُ دَاءً اِلاَّ اَنْزَلَ لَهُ دَوَاءً. ابن ماجه 2: 1138

Dari ‘Abdullah (bin Mas’ud) dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya”. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1138]

عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص اَنَّهُ قَالَ: لِكُلّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَاِذَا اُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِاِذْنِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ. مسلم 4: 1729

Dari Jabir, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya. Maka jika bertemu (cocok) obat itu dengan penyakitnya, sembuhlah orang yang sakit itu dengn idzin Allah ‘Azza wa Jalla”. [HR. Muslim juz 4, hal. 1729]

 

Shabar dalam menderita sakit

 

عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجَبًا ِلاَمْرِ اْلمُؤْمِنِ، اِنَّ اَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ. وَ لَيْسَ ذَاكَ ِلاَحَدٍ اِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ. اِنْ اَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. وَ اِنْ اَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. مسلم 4: 2295

Dari Shuhaib, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Mengagumkan sekali urusannya orang mukmin itu. Sesungguhnya urusannya, semuanya menjadi kebaikan baginya. Dan tidak ada yang mendapatkan demikian itu seseorangpun kecuali orang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, bersyukur. Maka yang demikian itu adalah menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa suatu mushibah, bershabar. Maka yang demikian itu menjadi kebaikan pula baginya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2295]

عَنْ اَنَسٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِنَّ عِظَمَ اْلجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ اْلبَلاَءِ. وَ اِنَّ اللهَ اِذَا اَحَبَّ قَوْمًا اِبْتَلاَهُمْ. فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرّضَى وَ مَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ. الترمذى و قال حديث حسن غريب 4: 27

Dari Anas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya besarnya balasan itu tergantung besarnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum, maka Allah memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa yang ridla, maka dia mendapatkan keridlaan Allah. Dan barangsiapa yang menggerutu (tidak ridla) maka dia mendapatkan murka Allah”. [HR. Tirmidzi, dan ia mengatakan hadits hasan, gharib, juz 4, hal. 27].

عَنْ عَائِشَةَ رض زَوْجِ النَّبِيّ ص قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مُصِيْبَةٍ تُصِيْبُ اْلمُسْلِمَ اِلاَّ كَـفَّرَ اللهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا. البخارى 7: 2

Dari ‘Aisyah RA istri Nabi SAW, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tidaklah suatu mushibah menimpa kepada seorang muslim kecuali dengan itu Allah menghapus dosa darinya, sekalipun hanya tercocok duri”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 2]

عَنِ اْلحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُوْدٍ: دَخَلْتُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَ هُوَ يُوْعَكُ وَعْكًا شَدِيْدًا فَمَسِسْتُهُ بِيَدِى فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنَّكَ تُوْعَكُ وَعْكًا شَدِيْدًا؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَجَلْ. اِنّى اُوْعَكُ كَمَا يُوْعَكُ رَجُلاَنِ مِنْكُمْ. فَقُلْتُ ذلِكَ اَنَّ لَكَ اَجْرَيْنِ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَجَلْ. ثُمَّ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ اَذًى مَرَضٌ فَمَا سِوَاهُ اِلاَّ حَطَّ اللهُ سَيّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا. البخارى 7: 6

Dari Al-Harits bin Suwaid, ia berkata : ‘Abdullah bin Mas’ud berkata : Saya pernah datang kepada Rasulullah SAW ketika itu beliau demam panas sekali, lalu saya mengusapnya dengan tangan saya dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau menderita demam yang panas sekali”. Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Ya, sesungguhnya aku menderita demam sebagaimana panasnya dua orang diantara kalian”. Saya berkata, “Yang demikian itu apakah karena engkau mendapatkan dua pahala ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Benar”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang ditimpa penderitaan berupa sakit atau yang lainnya, kecuali dengan itu Allah menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 6]

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s