PACARAN

HARAM  KAH…..?

 

Apa Saja yang Membawa Kepada yang Haram adalah Haram

Salah satu prinsip yang telah diakui oleh Islam, ialah : Apabila Islam telah mengharamkan sesuatu, maka wasilah dan cara apapun yang dapat membawa kepada perbuatan haram, hukumnya adalah haram.

Oleh karena itu, jika Islam mengharamkan zina misalnya, maka semua pendahuluannya dan apasaja yang dapat membawa kepada perbuatan itu, adalah diharamkan juga. Misalnya, dengan berdua-duaan, pergaulan bebas, foto-foto telanjang dan lain sebagainya.

Dari sinilah, maka para ulama ahli fiqih membuat suatu kaidah : Apasaja yang membawa kepada perbuatan haram, maka itu adalah haram.

Kaidah ini menunjukkan bahwa dosa perbuatan haram tidak hanya terbatas pada pribadi si pelakunya itu saja, tetapi termasuk semua orang yang bersekutu/membantu dengan dia, baik melalui harta ataupun sikap. Masing-masing mendapat dosa sesuai dengan keterlibatannya. Misalnya tentang arak, Rasulullah SAW melaknat kepada yang meminumnya, yang membuatnya, yang membawanya, yang diberinya, yang menjualnya dan seterusnya.

Di dalam hadits disebutkan :

لَعَنَ النَّبِيُّ ص فِى اْلخَمْرِ عَشَرَةً: عَاصِرَهَا وَ مُعْتَصِرَهَا وَ شَارِبَهَا وَ حَامِلَهَا وَ اْلحَمُوْلَةَ اِلَيْهِ وَ سَاقِيَهَا وَ بَائِعَهَا وَ آكِلَ ثَمَنِهَا وَ اْلمُشْتَرِيَ لَهَا وَ اْلمُشْتَرَاةَ لَهَا.

Nabi SAW melaknat tentang arak, sepuluh golongan : yang memerasnya, yang minta diperaskannya, yang meminumnya, yang membawanya, yang minta dihantarinya, yang menuangkannya, yang menjualnya, yang makan harganya, yang membelinya, yang minta dibelikannya. [HR Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Begitu juga dalam soal riba, dilaknat orang yang memakannya, yang memberikannya, penulisnya dan saksi-saksinya.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص آكِلَ الرِّبَا، وَ مُوْكِلَهُ وَ كَاتِبَهُ وَ شَاهِدَيْهِ وَ قَالَ: هُمْ سَوَآءٌ. مسلم

Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah SAW telah melaknat orang yang makan riba, yang memberi makannya, penulisnya dan dua saksinya, dan beliau bersabda : “Mereka itu sama”. [HR. Muslim]

Begitulah, maka semua yang dapat membantu kepada perbuatan haram, hukumnya adalah haram juga. Dan semua orang yang membantu kepada orang yang berbuat haram, maka dia akan terlibat dalam dosanya juga.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: جَاءَ اْلاَسْلَمِيُّ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص فَشَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ اَنَّهُ اَصَابَ امْرَأَةً حَرَامًا اَرْبَعَ مَرَّاتٍ، كُلُّ ذلِكَ يُعْرِضُ عَنْهُ، فَاَقْبَلَ عَلَيْهِ فِى اْلخَامِسَةِ، فَقَالَ: اَنِكْتَهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: كَمَا يَغِيْبُ اْلمِرْوَدُ فِى اْلمِكْحَلَةِ وَالرَّشَاءُ فِى اْلبِئْرِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَهَلْ تَدْرِى مَا الزِّنَا؟ قَالَ: نَعَمْ. اَتَيْتُ مِنْهَا حَرَامًا مَا يَأْتِى الرَّجُلُ مِنِ امْرَأَتِهِ حَلاَلاً. قَالَ: فَمَا تُرِيْدُ بِهذَا اْلقَوْلِ؟ قَالَ: اُرِيْدُ اَنْ تُطَهِّرَنِى. فَاَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ. ابو داود و الدارقطنى

Dari Abu Hurairah ia berkata : Seorang laki-laki dari suku Aslam datang kepada Rasulullah SAW lalu ia mengaku telah melakukan perbuatan haram dengan seorang perempuan, dengan empat kali pengakuan, yang setiap kali pengakuannya itu Nabi berpaling. Lalu untuk yang kelima kalinya baru Nabi menghadapinya, seraya bertanya, “Apakah engkau setubuhi dia ?”. Ia menjawab, “Ya”. Nabi SAW bertanya lagi, “Apakah seperti celak masuk ke dalam wadahnya dan seperti timba masuk ke dalam sumur ?” Ia menjawab, “Ya”. Nabi bertanya lagi, “Tahukah engkau, apakah zina itu ?”. Ia menjawab, “Ya, saya tahu. Yaitu saya melakukan perbuatan yang haram dengan dia seperti seorang suami melakukan perbuatan halal dengan istrinya”. Nabi bertanya lagi, “Apakah yang kamu maksud dengan perkataanmu ini ?”. Ia menjawab, “Saya bermaksud supaya engkau dapat membersihkan aku (sebagai taubat)”. Maka Nabi SAW memerintahkan untuk dirajam, lalu dia dirajam. [HR. Abu Dawud dan Daruquthni]

 

رُوِيَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رض قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُوْلُ اللهِ ص وَ نَحْنُ مُجْتَمِعُوْنَ. فَقَالَ: يَا مَعْشَرَ اْلمُسْلِمِيْنَ، اِتَّقُوا اللهَ وَ صِلُوْا اَرْحَامَكُمْ، فَاِنَّهُ لَيْسَ مِنْ ثَوَابٍ اَسْرَعُ مِنْ صِلَةِ الرَّحِمِ. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلبَغْيَ فَاِنَّهُ لَيْسَ مِنْ عُقُوْبَةٍ اَسْرَعُ مِنْ عُقُوْبَةِ بَغْيٍ، وَ اِيَّاكُمْ وَ عُقُوْقَ اْلوَالِدَيْنِ فَاِنَّ رِيْحَ اْلجَنَّةِ يُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ اَلْفِ عَامٍ. وَ اللهِ لاَ يَجِدُهَا عَاقٌّ وَ لاَ قَاطِعُ رَحِمٍ وَ لاَ شَيْخٌ زَانٍ وَ لاَ جَارٌّ اِزَارَهُ خُيَلاَءَ. اِنَّمَا اْلكِبْرِيَاءُ ِللهِ رَبّ اْلعَالَمِيْنَ. الطبرانى فى الاوسط فى الترغيب و لاترهيب 3: 91

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah keluar kepada kami, pada waktu itu kami sedang berkumpul, lalu beliau bersabda : “Hai kaum muslimin, bertaqwalah kepada Allah, dan sambunglah kerabat kalian. Karena sesungguhnya tidak ada pahala yang lebih cepat daripada shilaturrahim. Dan jauhkanlah dirimu dari perbuatan zina. Karena sesungguhnya tidak ada siksa yang lebih cepat daripada siksanya orang yang berbuat zina, dan jauhkanlah dirimu dari durhaka kepada orang tua. Karena sesungguhnya baunya surga sudah tercium dari perjalanan seribu tahun. Demi Allah, tidak akan mendapatkannya orang yang durhaka kepada orang tua, orang yang memutuskan shilaturrahim, orang tua yang berzina dan orang yang memanjangkan pakaian (izar)nya karena sombong, sesungguhnya kesombongan itu milik Allah Tuhan Semesta alam”. [HR. Thabrani dalam Al-Ausath, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 91]

 

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَسْرَعُ اْلخَيْرِ ثَوَابًا اَلْبِرُّ وَ صِلَةُ الرَّحِمِ، وَ اَسْرَعُ الشَّرّ عُقُوْبَةَ اْلبَغْيُ وَ قَطِيْعَةُ الرَّحِمِ. ابن ماجه، فى الترغيب و الترهيب 3: 343

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Kebaikan yang disegerakan balasannya ialah berbhakti (kepada orang tua) dan menyambung shilatur-rahim, dan kejahatan yang akan disegerakan hukumannya ialah berbuat zina dan memutuskan shilaturrahim”. [HR. Ibnu Majah, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 343]

عَنْ اَبِى بَكْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ ذَنْبٍ اَجْدَرَ اَنْ يُعَجّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ اْلعُقُوْبَةَ فِى الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى اْلآخِرَةِ مِنَ اْلبَغْيِ وَ قَطِيْعَةِ الرَّحِمِ. ابن ماجه و الترمذى و قال: حديث حسن صحيح و الحاكم و قال: صحيح الاسناد، فى الترغيب و الترهيب 3: 343

Dari Abu Bakrah, RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan siksanya oleh Allah bagi pelakunya di dunia ini disamping siksanya di akhirat nanti selain dari perbuatan zina dan memutuskan shilaturrahim”. [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, ia berkata, “Hadits hasan shahih”. Dan diriwayatkan oleh Hakim, ia berkata, “Shahih sanadnya”, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 343]

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رض قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُوْلُ اللهِ ص وَ نَحْنُ مُجْتَمِعُوْنَ. فَقَالَ: يَا مَعْشَرَ اْلمُسْلِمِيْنَ، اِتَّقُوا اللهَ وَ صِلُوْا اَرْحَامَكُمْ، فَاِنَّهُ لَيْسَ مِنْ ثَوَابٍ اَسْرَعُ مِنْ صِلَةِ الرَّحِمِ. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلبَغْيَ فَاِنَّهُ لَيْسَ مِنْ عُقُوْبَةٍ اَسْرَعُ مِنْ عُقُوْبَةِ بَغْيٍ، وَ اِيَّاكُمْ وَ عُقُوْقَ اْلوَالِدَيْنِ فَاِنَّ رِيْحَ اْلجَنَّةِ يُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ اَلْفِ عَامٍ. وَ اللهِ لاَ يَجِدُهَا عَاقٌّ وَ لاَ قَاطِعُ رَحِمٍ وَ لاَ شَيْخٌ زَانٍ وَ لاَ جَارٌّ اِزَارَهُ خُيَلاَءَ. اِنَّمَا اْلكِبْرِيَاءُ ِللهِ رَبّ اْلعَالَمِيْنَ. الطبرانى فى الاوسط

Dari Jabir bin ‘Abdullah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah keluar kepada kami, pada waktu itu kami sedang berkumpul, lalu beliau bersabda : “Hai kaum muslimin, bertaqwalah kepada Allah, dan sambunglah kerabat kalian. Karena sesungguhnya tidak ada pahala yang lebih cepat daripada shilaturrahim. Dan jauhkanlah dirimu dari perbuatan zina. Karena sesungguhnya tidak ada siksa yang lebih cepat daripada siksanya orang yang berbuat zina, dan jauhkanlah dirimu dari durhaka kepada orang tua. Karena sesungguhnya baunya surga sudah tercium dari perjalanan seribu tahun. Demi Allah, tidak akan mendapatkannya orang yang durhaka kepada orang tua, orang yang memutuskan shilaturrahim, orang tua yang berzina dan orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong, sesungguhnya kesombongan itu milik Allah Tuhan Semesta alam”. [HR. Thabrani dalam Al-Ausath]

 

Hukuman Zina

اَلزَّانِيَةُ وَ الزَّانِيْ فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ، وَّ لاَ تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِيْ دِيْنِ اللهِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلاخِرِ، وَ لْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مّنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ. النور:2

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu (menjalankan) agama Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari kiamat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [QS. An-Nuur : 2]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ وَ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ اَنَّهُمَا قَالاَ: اِنَّ رَجُلاً مِنَ اْلاَعْرَابِ اَتَى رَسُوْلَ اللهِ ص فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اَنْشُدُكَ اللهَ اِلاَّ قَضَيْتَ لِى بِكِتَابِ اللهِ. وَ قَالَ اْلخَصْمُ اْلآخَرُ وَ هُوَ اَفْقَهُ مِنْهُ: نَعَمْ، فَاقْضِ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللهِ وَ ائْذَنْ لِى. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: قُلْ، قَالَ: اِنَّ ابْنِى كَانَ عَسِيْفًا عَلَى هذَا فَزَنَى بِامْرَأَتِهِ، وَ اِنِّى اُخْبِرْتُ اَنَّ عَلَى ابْنِى الرَّجْمَ فَافْتَدَيْتُ مِنْهُ بِمِائَةِ شَاةٍ وَ وَلِيْدَةٍ. فَسَأَلْتُ اَهْلَ اْلعِلْمِ، فَاَخْبَرُوْنِى اَنَّ عَلَى ابْنِى جَلْدَ مِائَةٍ وَ تَغْرِيْبَ عَامٍ، وَ اَنَّ عَلَى امْرَأَةِ هذَا الرَّجْمَ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: وَ الَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ َلأَقْضِيَنَّ بَيْنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ. اْلوَلِيْدَةُ وَ اْلغَنَمُ رَدٌّ. وَ عَلَى ابْنِكَ جَلْدُ مِائَةٍ وَ تَغْرِيْبُ عَامٍ. وَ اغْدُ يَا أُنَيْسُ لِرَجُلٍ مِنْ اَسْلَمَ اِلَى امْرَأَةِ هذَا، فَاِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا. قَالَ: فَغَدَا عَلَيْهَا، فَاعْتَرَفَتْ، فَاَمَرَ بِهَا رَسُوْلُ اللهِ ص، فَرُجِمَتْ. الجماعة

Dari Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid, mereka berkata : Bahwa ada seorang laki-laki Badui datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “Ya Rasulullah, Demi Allah, sungguh aku tidak meminta kepadamu kecuali engkau memutuskan hukum untukku dengan kitab Allah”. Sedang yang lain berkata (dan dia lebih pintar dari padanya), “Ya, putuskanlah hukum antara kami berdua ini menurut kitab Allah, dan ijinkanlah aku (untuk berkata)”. Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Silakan”. Maka orang yang kedua itu berkata, “Sesungguhnya anakku bekerja pada orang ini, lalu berzina dengan istrinya, sedang aku diberitahu bahwa anakku itu harus dirajam. Maka aku menebusnya dengan seratus kambing dan seorang hamba perempuan, lalu aku bertanya kepada orang-orang ahli ilmu, maka mereka memberi tahu bahwa anakku harus didera seratus kali dan diasingkan selama setahun, sedang istri orang ini harus dirajam”. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh aku akan putuskan kalian berdua dengan kitab Allah. Hamba perempuan dan kambing itu kembali kepadamu, sedang anakmu harus didera seratus kali dan diasingkan selama setahun”. Dan engkau hai Unais, pergilah bertemu dengan seorang dari Aslam untuk bersama-sama ke tempat istri orang ini, dan tanyakan, jika dia mengaku, maka rajamlah dia”. Abu Hurairah berkata, “Unais kemudian berangkat ke tempat perempuan tersebut, dan perempuan tersebut mengaku”. Lalu Rasulullah SAW memerintahkan untuk merajamnya, kemudian ia pun dirajam. [HR. Jama’ah]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَضَى فِيْمَنْ زَنَى وَ لمَْ يُحْصَنْ بِنَفْيِ عَامٍ وَ اِقَامَةِ اْلحَدِّ عَلَيْهِ. احمد و البخارى

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW pernah memutuskan hukuman orang yang

berzina tetapi tidak muhshan, yaitu dengan diasingkan selama setahun dan dikenakan hukuman dera. [HR. Ahmad dan Bukhari]

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: خُذُوْا عَنِّى، خُذُوْا عَنِّى. قَدْ جَعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً. اَلْبِكْرُ بِاْلبِكْرِجَلْدُ مِائَةٍ وَ نَفْيُ سَنَةٍ وَ الثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَ الرَّجْمُ. الجماعة الا البخارى و النساشى

Dari ‘Ubadah bin Shamit ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Ambillah (hukum itu) dariku, ambillah (hukum itu) dariku. Sungguh Allah telah membuat jalan bagi mereka (perempuan), yaitu : Perawan (yang berzina) dengan jejaka, sama-sama didera seratus kali dan diasingkan setahun. Sedang janda dengan duda, sama-sama didera seratus kali dan dirajam”. [HR. Jama’ah, kecuali Bukhari dan Nasai]

عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ اَنَّ رَجُلاً زَنَى بِامْرَأَةٍ، فَاَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ ص: فَجُلِدَ اْلحَدَّ، ثُمَّ اُخْبِرَ اَنَّهُ مُحْصَنٌ، فَاَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ. ابو داود

Dari Jabir bin ‘Abdullah bahwa ada seorang laki-laki berzina dengan seorang perempuan, lalu Nabi SAW memerintahkan untuk si laki-laki itu didera sebagai hukumannya. Tetapi kemudian beliau diberitahu, bahwa laki-laki tersebut adalah muhshan (sudah kawin), maka diperintahkan untuk dirajam, lalu orang itupun dirajam. [HR. Abu Dawud]

عَنْ جَابِرٍ بْنِ سَمُرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص رَجَمَ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ وَ لَمْ يَذْكُرْ جَلْدًا. احمد

Dari Jabir bin Samurah bahwa Rasulullah SAW merajam Ma’iz bin Malik. Dan Jabir tidak menyebutkan tentang dera. [HR. Ahmad]

Keterangan :

  1. Dari hadits-hadits diatas bisa diambil pengertian bahwa hukuman zina muhshan (laki atau perempuan yang sudah pernah nikah), adalah dirajam hingga mati. Adapun hukuman dera bagi mereka hanyalah sebagai hukuman tambahan.
  2. Sedangkan hukuman zina yang bukan muhshan (jejaka atau perawan), adalah didera/dijilid seratus kali. Adapun hukuman pengasingan hanya sebagai hukuman tambahan.

Dilaksanakan hukuman apabila sudah jelas berbuat zina.

وَ الّتِيْ يَأْتِيْنَ اْلفَاحِشَةَ مِنْ نّسَآئِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوْا عَلَيْهِنَّ اَرْبَعَةً مّنْكُمْ، فَاِنْ شَهِدُوْا فَاَمْسِكُوْهُنَّ فِى اْلبُيُوْتِ حَتّى يَتَوَفّهُنَّ اْلمَوْتُ اَوْ يَجْعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً. النساء:15

Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya. [QS.An-Nisaa’ : 15]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: اَتَى رَجُلٌ رَسُوْلَ اللهِ ص وَ هُوَ فِى اْلمَسْجِدِ فَنَادَاهُ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنِّى زَنَيْتُ فَاَعْرَضَ عَنْهُ حَتَّى رَدَّدَ عَلَيْهِ اَرْبَعَ مَرَّاتٍ، فَلَمَّا شَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ اَرْبَعَ شَهَادَاتٍ دَعَاهُ النَّبِيُّ ص فَقَالَ: اَبِكَ جُنُوْنٌ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: فَهَلْ اَحْصَنْتَ؟ قَالَ: نَعَمْ. فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِذْهَبُوْا بِهِ فَارْجُمُوْهُ. قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: فَاَخْبَرَنِى مَنْ سَمِعَ جَابِر َبْنَ عَبْدِ اللهِ قَالَ: كُنْتُ فِيْمَنْ رَجَمَهُ، فَرَجَمْنَاهُ بِاْلمُصَلَّى. فَلَمَّا اَذْلَقَتْهُ اْلحِجَارَةُ هَرَبَ، فَاَدْرَكْنَاهُ بِاْلحَرَّةِ، فَرَجَمْنَاهُ. متفق عليه

Dari Abu Hurairah RA ia berkata, Ada seorang laki-laki menghadap Rasulullah SAW di masjid, lalu menyeru, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku benar-benar telah berzina”. Kemudian Rasulullah SAW berpaling, sehingga orang tersebut mengulanginya sampai empat kali. Maka setelah ia bersaksi atas dirinya empat kali, ia dipanggil oleh Nabi SAW. Lalu Nabi SAW bertanya, “Apakah engkau mengidap penyakit gila ?” Ia menjawab, “Tidak”. Nabi bertanya lagi, “Apakah engkau sudah nikah ?” Ia menjawab, “Sudah”. Lalu Nabi SAW menyuruh para sahabat, “Bawalah dia lalu rajamlah”. Ibnu Syihab berkata, ada seorang yang mendengar dari Jabir bin Abdullah memberitahukan kepadaku, bahwa Jabir berkata, “Aku termasuk salah seorang yang merajamnya, yaitu kami rajam dia di mushalla (lapangan yang biasa untuk shalat ‘ied). Tetapi tatkala batu-batu lemparan itu melukainya, ia lari, lalu kami tangkap dia di Harrah, kemudian kami rajam (sampai mati)”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim].

عَنْ جَابِرٍ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ: رَأَيْتُ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ جِيْءَ بِهِ اِلَى النَّبِيِّ ص وَ هُوَ رَجُلٌ قَصِيْرٌ اَعْضَلُ لَيْسَ عَلَيْهِ رِدَاءٌ، فَشَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ اَرْبَعَ مَرَّاتٍ اَنَّهُ زَنَى، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: فَلَعَلَّكَ؟ قَالَ: لاَ، وَ اللهِ. اِنَّهُ قَدْ زَنَى، اْلآخِرُ فَرَجَمَهُ. مسلم و ابو داود

Dari Jabir bin Samurah, ia berkata, Aku pernah melihat Ma’iz bin Malik dibawa menghadap Nabi SAW. dia adalah seorang laki-laki yang berperawakan pendek kekar, tanpa berselendang. Lalu ia bersaksi atas dirinya empat kali, bahwa ia telah berzina. Kemudian Rasulullah SAW bertanya, “Barangkali (engkau gila) ?” Ia menjawab, “Tidak, demi Allah”. Memang benar-benar dia telah berzina. Lalu akhirnya dia dirajam. [HR. Muslim dan Abu Dawud].

و لاحمد: اِنَّ مَاعِزًا جَاءَ فَاَقَرَّ عِنْدَ النَّبِيِّ ص اَرْبَعَ مَرَّاتٍ، فَاَمَرَ بِرَجْمِهِ

Ahmad meriwayatkan bahwa Ma’iz pernah datang kepada Nabi SAW mengaku berzina dengan empat kali pengakuan. Lalu Nabi SAW memerintahkan supaya dirajam.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ لِمَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ اَحَقٌّ مَا بَلَغَنِى عَنْكَ؟ قَالَ: وَ مَا بَلَغَكَ عَنِّى؟ قَالَ: بَلَغَنِى اَنَّكَ قَدْ وَقَعْتَ بِجَارِيَةِ آلِ فُلاَنٍ. قَالَ: نَعَمْ. فَشَهِدَ اَرْبَعَ شَهَادَاتٍ. فَاُمِرَ بِهِ، فَرُجِمَ. احمد و مسلم و ابو داود و الترمذى و صححه

Dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya Nabi SAW bertanya kepada Ma’iz, “Betulkah apa yang sampai kepadaku tentang masalahmu itu ?”. Ia membalas bertanya, “Apa yang sampai kepadamu tentang aku ?”. Nabi SAW bersabda, “Berita yang sampai kepadaku, bahwa engkau telah mengumpuli seorang perempuan keluarga si fulan”. Ia menjawab, “Betul”. Lalu ia bersaksi atas dirinya empat kali. Kemudian Nabi SAW memerintahkan supaya dirajam, lalu ia dirajam. [HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi, dan Tirmidzi mengesahkannya].

و فى رواية قال: جَاءَ مَاعِزُ بْنُ مَالِكٍ اِلَى النَّبِيِّ ص فَاعْتَرَفَ بِالزِّنَا مَرَّتَيْنِ، فَطَرَدَهُ، ثُمَّ جَاءَ فَاعْتَرَفَ بِالزِّنَا مَرَّتَيْنِ، فَقَالَ: شَهِدْتَ عَلَى نَفْسِكَ اَرْبَعَ مَرَّاتٍ اِذْهَبُوْا بِهِ، فَارْجُمُوْهُ. ابو داود

Dan dalam satu riwayat dikatakan, Ma’iz pernah menghadap Nabi SAW mengaku telah berzina, dia mengulangi pengakuannya dua kali. Lalu Nabi SAW menyuruhnya keluar. Kemudian ia datang lagi, mengaku telah berzina, dia mengulangi pengakuannya dua kali lagi. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Karena engkau telah bersaksi atas dirimu empat kali, maka sekarang (hai para sahabat) bawalah dia lalu rajamlah !”. [HR. Abu Dawud]

عَنْ اَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ ص جَالِسًا فَجَاءَ مَاعِزُ بْنُ مَالِكٍ فَاعْتَرَفَ عِنْدَهُ مَرَّةً فَرَدَّهُ، ثُمَّ جَاءَ فَاعْتَرَفَ عِنْدَهُ الثَّانِيَةَ، فَرَدَّهُ، ثُمَّ جَاءَ فَاعْتَرَفَ عِنْدَهُ الثَّالِثَةَ، فَرَدَّهُ، فَقُلْتُ لَهُ: اِنَّكَ اِنِ اعْتَرَفْتَ الرَّابِعَةَ رَجَمَكَ. قَالَ: فَاعْتَرَفَ الرَّابِعَةَ، فَحَبَسَهُ، ثُمَّ سَأَلَ عَنْهُ، فَقَالُوْا: مَا نَعْلَمُ اِلاَّ خَيْرًا. قَالَ: فَاَمَرَ بِرَجْمِهِ. احمد

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, ia berkata, “Aku pernah duduk-duduk di samping Nabi SAW lalu seorang laki-laki namanya Ma’iz bin Malik datang mengaku di hadapan Nabi SAW bahwa ia telah berzina, sekali pengakuan, ditolak Nabi SAW. Kemudian ia datang lagi dan mengaku di hadapan Nabi SAW untuk kedua kalinya, lalu ditolaknya lagi. Kemudian ia datang lagi dan mengaku di hadapan Nabi SAW untuk ketiga kalinya, lalu ia pun ditolaknya lagi”. Kemudian aku (Abu Bakar) berkata, kepada Ma’iz, “Kalau engkau mengaku yang keempat kalinya, pasti akan dirajam”. Lalu ia pun mengaku yang keempat kalinya. Kemudian ia ditahan. Kemudian Nabi SAW bertanya (kepada para sahabat) tentang dia. Maka jawab shahabat, “Kami tidak tahu kecuali kebaikannya”. Abu Bakar berkata, “Kemudian Nabi SAW memerintahkan untuk dirajam”. [HR. Ahmad]

عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: كُنَّا اَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ ص، نَتَحَدَّثُ اَنَّ اْلغَامِدِيَّةَ وَ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ لَوْ رَجَعَا بَعْدَ اعْتِرَافِهِمَا، اَوْ قَالَ: لَوْ لَمْ يَرْجِعَا بَعْدَ اعْتِرَافِهِمَا لَمْ يَطْلُبْهُمَا. وَ اِنَّمَا رَجَمَهُمَا بَعْدَ الرَّابِعَةِ. ابو داود

Dari Buraidah ia berkata, “Kami para sahabat Rasulullah SAW pernah berbincang-bincang tentang masalah perempuan Ghamidiyah dan Ma’iz bin Malik seandainya mereka berdua itu mau menarik pengakuannya itu, atau mereka tidak menarik sesudah pengakuannya (yang ketiga kali) itu niscaya merekapun tidak akan dituntut. Mereka itu dirajam, hanyalah karena pengakuannya yang keempat kalinya”. [HR. Abu Dawud]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: لَمَّا اَتَى مَاعِزُ بْنُ مَالِكٍ النَّبِيَّ ص قَالَ: لَعَلَّكَ قَبَّلْتَ، اَوْ غَمَّزْتَ اَوْ نَظَرْتَ؟ قَالَ: لاَ، يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: اَنِكْتَهَا؟ لاَ يَكْنِى. قَالَ: نَعَمْ. فَعِنْدَ ذلِكَ اَمَرَ بِرَجْمِهِ. احمد و البخارى و ابو داود

Dari Ibnu ‘Abbas ia berkata : Tatkala Ma’iz bin Malik datang kepada Nabi SAW, Nabi SAW bertanya, “Barangkali engkau hanya mencium saja, atau mungkin engkau sekedar meraba saja atau mungkin sekedar memandang saja ?”. Ma’iz menjawab, “Tidak ya Rasulullah”. Lalu Nabi SAW bertanya, “Apakah engkau setubuhi dia ?”. (Beliau tidak menggunakan kata sindiran). Ia menjawab, “Ya”. Ketika itu lalu beliau memerintahkan untuk dirajam. [HR. Ahmad, Bukhari dan Abu Dawud]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: جَاءَ اْلاَسْلَمِيُّ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص فَشَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ اَنَّهُ اَصَابَ امْرَأَةً حَرَامًا اَرْبَعَ مَرَّاتٍ، كُلُّ ذلِكَ يُعْرِضُ عَنْهُ، فَاَقْبَلَ عَلَيْهِ فِى اْلخَامِسَةِ، فَقَالَ: اَنِكْتَهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: كَمَا يَغِيْبُ اْلمِرْوَدُ فِى اْلمِكْحَلَةِ وَالرَّشَاءُ فِى اْلبِئْرِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَهَلْ تَدْرِى مَا الزِّنَا؟ قَالَ: نَعَمْ. اَتَيْتُ مِنْهَا حَرَامًا مَا يَأْتِى الرَّجُلُ مِنِ امْرَأَتِهِ حَلاَلاً. قَالَ: فَمَا تُرِيْدُ بِهذَا اْلقَوْلِ؟ قَالَ: اُرِيْدُ اَنْ تُطَهِّرَنِى. فَاَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ. ابو داود و الدارقطنى

Dari Abu Hurairah ia berkata : Seorang laki-laki dari suku Aslam datang kepada Rasulullah SAW lalu ia mengaku telah melakukan perbuatan haram dengan seorang perempuan, dengan empat kali pengakuan, yang setiap kali pengakuannya itu Nabi berpaling. Lalu untuk yang kelima kalinya baru Nabi menghadapinya, seraya bertanya, “Apakah engkau setubuhi dia ?”. Ia menjawab, “Ya”. Nabi SAW bertanya lagi, “Apakah seperti celak masuk ke dalam wadahnya dan seperti timba masuk ke dalam sumur ?” Ia menjawab, “Ya”. Nabi bertanya lagi, “Tahukah engkau, apakah zina itu ?”. Ia menjawab, “Ya, saya tahu. Yaitu saya melakukan perbuatan yang haram dengan dia seperti seorang suami melakukan perbuatan halal dengan istrinya”. Nabi bertanya lagi, “Apakah yang kamu maksud dengan perkataanmu ini ?”. Ia menjawab, “Saya bermaksud supaya engkau dapat membersihkan aku (sebagai taubat)”. Maka Nabi SAW memerintahkan untuk dirajam, lalu dia dirajam. [HR. Abu Dawud dan Daruquthni]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s